Monday, March 27, 2017

PERAN KOMUNIKASI POLITIK DALAM MEWUJUDKAN INTEGRASI BANGSA

Salah satu tujuan komunikasi politik adalah mewujudkan integritas bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk sehingga usaha integrasi bangsa sering dihadapkan pada hambatan kebhinekaan yang ada. Bagaimana peran komunikasi politik dalam mewujudkan integritas bangsa?
Komunikasi politik merupakan komunikasi yang dilakukan oleh aktor politik dalam pemerintahan atau pemegang kekuasaan dari suatu otoritas kenegaraan. Hambatan ke majemukan untuk mencapai integrasi bangsa, pada era saat ini seharusnya tidak lagi terjadi. Pemahaman atas kesatuan bangsa merupakan tujuan utama dalam berbangsa dan bernegara. Untuk mencegah hal ini, aktor politik yang menjadi wakil “suara”, perlu menyampaikan aspirasi masyarakat, tidak hanya duduk sebagai  pemangku kepentingan pribadi yang hanya mensukseskan kedudukannya dalam politik tetapi mempunyai tujuan atau misi yang baik dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Meskipun demikian kebhinekaan tetap manjadi hambatan dikarenakan tiap-tiap individu dalam masyarakat memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap usaha integrasi bangsa. Misalnya saja perbedaan visi dan misi dari partai politik yang ada di Indonesia. Pendukung dari masing-masing partai politik tentunya memiliki pengharapan yang berbeda.

Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi negara dalam politik perlu melakukan rancangan, pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pemerintahannya. Letak geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memerlukan “wakil” dari pemerintah pusat seperti Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pembagian kedaulatan ini hanya pada system pemerintahannya sehingga tetap menjadi satuan pemerintahan nasional (pusat).
Menurut pendapat saya, integrasi bangsa dari masyarakat Indonesia yang majemuk memerlukan pembinaan, pengawasan dan koordinasi dalam komunikasi politik. Ketentuan yang mengatur atau Undang-undang yang berlaku dapat mencegah konfllik, selain itu setiap masyarakat wajib menghormati Hak Asasi Manusia dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

INTISARI MATERI TUGAS AKHIR PROGRAM ILMU KOMUNIKASI

Berikut merupakan intisari materi empat mata kuliah pendukung Tugas Akhir Program Ilmu Komunikasi yang terdiri dari :

1. Teori Komunikasi.
2. Komunikasi Organisasi.
3. Komunikasi Antar Budaya.
4. Perencanaan Program Komunikasi.

MATAKULIAH TEORI KOMUNIKASI 
SKOM4204

Dalam kegiatan komunikasi antar manusia, ada lima tahapan komunikasi yaitu Komunikasi Antarpribadi, Komunikasi Kelompok, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Massa dan Komunikasi Antarbudaya. Masing-masing tahapan tersebut menunjukkan jumlah atau scoop kegiatan komunikasi. Komunikasi antar pribadi memiliki scoop paling kecil, karena orang-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi jumlahnya paling sedikit dibandingkan dengan jumlah orang-orang yang terlibat dalam tahapan komunikasi lainnya. Sedangkan komunikasi massa memiliki scoop yang sangat luas karena melibatkan banyak orang dalam kegiatan komunikasi.

Dalam modul Teori Komunkasi, masing-masing tahapan tersebut dikupas secara lengkap. Namun untuk Tugas Akhir Program, Anda cukup mempelajari tiga tahapan komunikasi yaitu Komunikasi Antarpribadi, Komunikasi Kelompok, dan Komunikasi Massa. Sedangkan Komunikasi Antarbudaya dan Komunikasi Organisasi akan dibahas secara tersendiri melalui matakuliah Komunikasi Antarbudaya dan mata kuliah Komunikasi Organisasi. Oleh karena itu, dalam tuton kali ini materi yang dibahas hanya diambil dari tiga tahapan komunikasi tersebut.

Saudara mahasiswa, sebagaimana kegiatan-kegiatan tuton lainnya, kegiatan tuton untuk TAP, khususnya matakuliah Teori Komunikasi, diberikan inisiasi sebagai pemancing aktifitas mahasiswa dalam kegiatan tuton. Namun sebenarnya, inti tuton ini adalah adanya diskusi dan tanya jawab materi-materi yang ada pada modul Teori Komunikasi, khususnya yang menyangkut empat tahapan komunikasi tersebut di atas. Karena pada dasarnya, peran aktif dari Anda sebagai peserta tuton yang akan memberikan kontribusi pada nilai akhir ujian TAP.

Berikut materi inisiasi yang diambil dari tiga tahapan komunikasi:

1. komunikasi interpersonal, yaitu suatu kegiatan komunikasi yang terjadi di antara dua orang atau lebih, dimana pesan yang dipertukarkan bersifat pribadi. Dalam melakukan kegiatan komunikasi antarpribadi, masing-masing pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi anatarpribadi akan menggunakan tiga tataran yaitu persepsi, metapersepsi dan meta metaperpsi. Persepsi adalah pandangan kita terhadap diri kita sendiri, metapersepsi adalah pandangan kita tentang orang lain, meta metapersepsi adalah pandangan kita tentang pandangan orang lain terhadap kita. 


2. komunikasi kelompok, yaitu interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.

Dalam komunikasi kelompok ada dua hal yang perlu dipahami, yaitu norma dan peran. Norma merupakan persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya. Norma-norma yang diharapkan dalam kelompok adalah norma sosial, yaitu norma yang mengatur hubungan antar anggota kelompok; norma prosedural, yaitu norma yang mengatur bagaimana kelompok harus beroperasi; norma tugas, yaitu norma yang mengatur bagaimana suatu tugas harus dikerjakan. 

Selanjutnya, yang dimaksud dengan peran adalah pola perilaku yang diharapkan dari setiap anggota kelompok. Dalam hal ini ada dua peran dalam kelompok yaitu peran/ fungsi tugas dan peran/fungsi pemeliharaan. Peran tugas berupa pemberi informasi, pemberi pendapat, pencari informasi, dan pemberi aturan. Sedangkan peran/fungsi pemeliharaan adalah berupa pendorong partisipasi, penyelaras, penurun ketegangan dan penengah persoalan pribadi.


3. komunikasi massa, yaitu komunikasi yang dilakukan melalui media massa. Teori-teori yang masuk di dalam kelompok teori komunikasi massa adalah teori dasar komunikasi Massa, teori Pengaruh komunikasi massa terhadap individu, teori Pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat & budaya, serta teori Audience dan pengaruhnya terhadap komunikasi massa. 

Teori dasar komunikasi massa meliputi Formula Lasswell, Teori transmisi pesan, Teori ko-orientasi, Teori Riley dan Riley. 

Teori Pengaruh komunikasi massa terhadap individu meliputi Stimulus-respons, Komunikasi dua tahap, Divusi inovasi. 

Teori Pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat & budaya meliputi Teori agenda-setting, Teori dependensi, Teori spiral of silence, Teori information gaps.

Teori Audience dan pengaruhnya terhadap komunikasi massa, yang meliputi teori uses and gratifications, Teori uses an effects, teori Information seeking


MATAKULIAH KOMUNIKASI ORGANISASI
(SKOM 4329)

Hal-hal penting yang harus dipelajari dalam komunikasi organisasi berkaitan dengan:

1. arus informasi yang berjalan dalam organisasi
arus komunikasi yang berlangsug dalam suatu organisasi 
berupa downword communication, upword communication, 
horizontal communication dan cross-chanel communication
2. budaya organisasi
3. dimensi komunikasi organisasi
4. gaya kepemimpinan dalam organisasi
5. hambatan-hambatan yang muncul dalam komunikasi organisasi
6. iklim yang berlangsung dalam komunikasi organisasi
7. perilaku dan jaringan komunikasi organisasi


MATAKULIAH KOMUNIKASI ANTARBUDAYA 
SKOM4318


Sesuai dengan ruang lingkup materi TAP yang telah ditetapkan, maka pada mata kuliah Komunikasi Antar Budaya ada beberapa hal yang harus benar-benar dipahami oleh setiap mahasiswa yang akan menghadapi TAP, yaitu :
a. Unsur-unsur kebudayaan yang mempengaruhi persepsi, yaitu keyakinan,
sikap, perspektif, pandangan dunia dan organisasi sosial.
b. Prinsip komunikasi dalam KAB yang berkaitan dengan konsep Homopili,
Heterepoli dan Akulturasi.
c. Identifikasi problema dan hambatan dalam KAB 
d. Berbagai teknik dan kiat KAB yang efektif.

Agar pelaksanaan tuton ini lebih terarah marilah kita mulai membahas secara garis besar keempat hal di atas satu persatu. Jangan lupa sebelum membuka Tuton ini, Anda harus membaca dengan seksama dan teliti konsep-konsep tersebut dalam Buku Materi Pokok (BMP) Komunikasi Antar Budaya. 

A. Unsur-unsur kebudayaan yang mempengaruhi persepsi. 

Unsur-unsur kebudayaan yang mempengaruhi persepsi meliputi keyakinan, sikap, perspektif, pandangan dunia dan organisasi sosial.
Materi yang dibahas pada Modul 3 Kegiatan Belajar (KB) 1 ini membahas tentang 3 unsur utama sosial budaya dalam kajian KAB yang secara langsung akan mempengaruhi makna dalam persepsi seseorang terhadap peristiwa dan objek-objek tertentu yang selanjutnya akan menentukan perilaku komunikasinya yang beragam. Adapun ketiga unsur budaya yaitu : 

1. Sistem kepercayaan (belief)
2. Nilai-nilai (values), sikap (attitude) dan pandangan dunia (world view) 
3. Oganisasi sosial

Unsur-unsur budaya ini penting karena mempengaruhi aspek-aspek perseptual komunikasi antarbudaya. Persepsi sebagai proses internal yang dilakukan seseorang untuk memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan stimulasi (rangsangan) dari lingkungan eksternal (misalnya peristiwa dan objek-objek tertentu) akan berlainan tergantung dari bagaimana ketiga unsur utama sosial budaya mempengaruhi persepsi orang tersebut. Dalam proses KAB unsur-unsur ini bekerja dan berfungsi secara terpadu, secara bersama-sama dan saling mempengaruhi satu sama dan pada akhirnya mempengaruhi persepsi individu secara subjektif dan berbeda-beda terhadap objek yang sama di lingkungan kebuadayaan yang berbeda.


B. Prinsip komunikasi dalam KAB yang berkaitan dengan konsep
Homopili, Heterepoli dan Akulturasi.

Dalam kajian KAB, pemahaman terhadap konsep Homofili, Heterofili dan Akulturasi yang dibahas pada modul 4 KB 1 sangat penting untuk dilakukan. Prinsip homofily dalam kajian KAB adalah derajat atau tingkatan kesamaan dari pasangan sumber dan penerima pesan yang disebabkan oleh ciri-ciri atribut (unsur-unsur budaya) yang sama pada unsur-unsur budaya yang terdapat pada kepercayaan, pendidikan atau status sosial. Tentunya Anda mengerti bagaimana penerapan prinsip homofily dalam konteks KAB. Berilah contoh untuk meningkatkan pemahaman Anda. Sementara itu, hetereofily adalah derajat ketidaksamaan dari pasangan sumber dan penerima pesan yang disebabkan oleh ciri-ciri atribut unsur budaya yang berbeda pada unsur-unsur budaya yang terdapat pada kepercayaan, pendidikan atau status sosial. Sedangkan Akulturasi yang dibahas pada KB 2 adalah proses sosial yang asosiatif dala integrasi sosial, yaitu suatu keadaan di mana unsur-unsur kebudayaan asing lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan-kebudayaan sendiri. Hasil dari proses akulturasi ini terlihat pada bagaimana cara berpakaian, bahasa, kesenian dan sebagainya. Misalnya, dalam kehidupan sehari-hari Anda dapat mengamati bagaimana seseorang berpakaian yang merupakan hasil proses akulturasi, seperti celana jeans yang dikombinasikan dengan pakaian atas asli masyarakat betawi.


C. Identifikasi problema dan hambatan dalam KAB

Materi yang dibahas dalam modul 8 KB 1, menitikberatkan pada pembahasan tentang adanya 3 dimensi KAB untuk melakukan pengenalan, penelusuran dan penelitian untuk mengidentifikasi problema dan hambatan dalam KAB :
1. Tingkat kelompok-kelompok budaya dari para pelaku
2. Konteks sosial dan peranannya masing-masing di tempat terjadinya.
3. Saluran yang dilalui oleh pesan-pesan KAB secara verbal dan nonverbal

Pada prisipnya hambatan dalam KAB akan terjadi karena para komunikator dan komunikan yang melangsungkan kontak dan interaksi memiliki pengalaman dan budaya yang berbeda. Hambatan-hambatan dalam KAB, selain dapat terjadi dari proses komunikasi eksternal seperti komunikasi verbal dan nonverbal juga dapat timbul dari proses internal pada setiap manusia yang pada akhirnya akan menimbulkan persepsi atau perspektif yang berbeda.



D. Berbagai teknik dan kiat KAB yang efektif.

Untuk mencapai KAB yang efektif ada beberapa teknik dan kiat berkomunikasi yang harus diperhatikan. Anda dapat membaca dengan teliti dan seksama materi ini yang dibahas secara terperinci dalam modul 8 KB 2. 

Beberapa kiat untuk melakukan komunikasi agar berjalan dengan efektif adalah dengan memperhatikan kiat-kiat berikut : 
1. Peranan diri dan sikap komunikator
2. Kiat “jembatan” KAB
3. Kiat Interaksional dan Diri
4. Kiat diri memahami “episode”

Sementara itu beberapa teknik komunikasi yang perlu diperhatikan adalah :
1. Teknik Komunikasi Empati 
2. Teknik Komunikasi Persuasif


MATAKULIAH PERENCANAAN PROGRAM KOMUNIKASI 
SKOM4206

1. Pengertian Perencanaan program komunikasi (PPK)

Upaya membuat rancangan pelaksanaan suatu bentuk kegiatan komunikasi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga monitoring. 
PPK bersifat:sistematis: memilki tahapan kerja yang terkait satu sama lain secara jelas dan konsisten PPK bersifat terukur: harus dapat dipantau pelaksanaannya dan diukur hasil atau efeknya

Ruang lingkup perencanaan program komunikasi (PPK) , Berdasarkan bentuk kampanye, ruang lingkup PPK (Public Relation, Marketing, Advertising, Penyuluhan dan Pendidikan)

Signifikansi perencanaan program komunikasi (PPK), dilihat dari segi substansi masalah, ruang lingkup PPK nya adalah terdiri dari Barang dan jasa, Humas perusahaan, Komunikasi keorganisasian, Bidang politik, Masalah kesehatan, Pemasaran layanan social, Bidang seni, Program pengembangan komunitas dan Penyuluhan pertanian.

Sedangkan ditinjau dari segi komponen kampanye komunikasi ruang lingkupnya meliputi SMCRE ,
Sumber/Source (S): orang, kelompok, organisasi, 
Pesan/Message (M): wacana yang disampaikan ke penerima, 
Saluran/Chanel (C): media penyampai informasi, 
Penerima/Receiver(R) : Penerima pesan, dan 
Dampak/Effect (E): dampak komunikasi


2. Perencanaan Sumber

Agar suatu program komunikasi dapat efektif, maka dalam memilih sumber harus tepat karena ada Komunikator dengan citra diri sendiri dan Komunikator dengan citra khalayak.

Syarat-sayarat seorang komunikator menurut Ruben dan Stewart meliputi 
persyaratan berikut,
Memilki kekuatan (proximity), Mempunyai kesamaan dan daya tarik sosial dan fisik, Mempunyai prinsip homofili,Dikenal kredibilitas danotoritasnya, Menunjukkan motivasi dan minat, Pandai dalam cara penyampaian pesan serta Dikenal status, kekuasaan dan kewenangannya.

Sedangkan strategi memilih komunikator, Ada 2 strategi memilih komunikator dalam PPK yaitu Mempertimbangkan kesesuaian penggunaan seseorang dengan bentuk Kampanye dan Pemilihan komunikator sejalan dengan visi, misi tujuan kampanye


3. Fungsi Pesan dalam program komunikasi

Menurut Sven Windahl, Benno dan Jean T Olson pesan yang dikirim oleh 
komunikator mempunyai fungsi sosial: agar diketahui banyak orang, Fungsi 
ekspresi: untuk mengekspresikan berita yang penting, Fungsi kontrol: untuk 
mempengaruhi tingkah laku dan pemikiran orang lain sesuai cara yang diinginkan dan Fungsi informasi

Menurut Ferguson berdasarkan isinya, perumusan pesan program komunikasi (PK) mempertimbangkan beberapa hal berikut, Materi pendukung, argumentasi satu sisi vs dua sisi, kesimpulan eksplisit vs implicit, Isi visual dan isi hidup, isi positif vs negative pendekatan emosional vs rasional, pendektan menakut-nakuti, pendekatan kelompok acuan, kreativitas dan humor, pendekatan hard sell vs soft sell

Sedangkan Strategi penyusunan pesan untuk program komunikasi (PK) adalah terdiri dari Strategi merek (branding strategy), Strategi wacana (discouese srtaegy) dan Strategi visualisasi


4. Fungsi dan Peran media dalam program komunikasi

Ada beberapa fungsi pesan dalam media komunikasi yairtu Strategi merek 
(branding strategy), Strategi wacana (discouese srtaegy) dan Strategi visualisasi

Strategi memilih media PPK, Strategi merek (branding strategy) harus kreatif dalam memilih merek untuk produk yang kita buat dengan langkah sebagai berikut: Pilih nama atau simbol yang mewakili program kita, Ciptakan kesadaran dan identitas merek, Bangun posisionong merek, Ciptakan citra merek ,Bangun kepercayaan 

Fungsi dan peran media dalam program komunikasi, Ada beberapa poin yang penting dalam edutainment menurut (Windahl) yaitu Pesan menghibur dan pendidikan mampu menarik pemirsa dalam jumlah besar, Pesan pendidikan tidak boleh dikemas dalam bentuk hard sell, Strategi menciptakan ilmu pengetahuan lebih baik daripada strategi menciptakan tingkah laku, Dengan edutainment, komunikator bisa menyentuh emosi dan sekaligus pikiran khalayak, Pengulangan pesan pendidikan dalam acara hiburan penting, Penting melakukan evaluasi formatif, Edutainment akan berhasil jika ada dukungan menyeluruh

Strategi memilih media PPK. 
Untuk menentukan media dalam PPK ada 4 hal penting yaitu: Kelebihan dan kekurangan masing-masing media, Format isi kampanye, Pendekatan komunikasi yang dipergunakan dan Biaya yang dialokasikan untuk kampanye

Berdasarkan sifat dan karakternya klasifikasi media kampanye meliputi 
a) Bentuknya: media, media massa dan sarana komunikasi. 
b) Keumuman dan kekhususan khalayak: mass media dan niche media, 
c) Kemampuan memenuhi khalayak: media terarah media interaktif dan 
d) Kemampuan mempengaruhi khalayak: media yang lemah sampai media
yang kuat


5. Jenis-jenis khalayak dalam PPK

Berdasarkan formasinya Mc Quail membagi jenis khalayak ke dalam a) Publik, b) Kelompok kepuasan, c) Kelompok penggemar dan d) Kelompok Khalayak saluran.Strategi untuk melakukan identifikasi terhadap khalayak dalam PPK harus mempertimbangkan dalam beberapa hal berikut: a) Materi kampanye, b) Jenis media yang digunakan khalayak, c) Efek kampanye yang dikehendaki 

6. Isi sebuah PPK 

Dalam suatu program komunikasi terdiri dari tiga tahapan penting yaitu tahap a) Pradesain, b) Desain dan c) Rencana Monev Dan dalam Kegiatan monitoring pada tahap monev: sendiri mencakup Ruang lingkup monitorin, Jenis Kegiatan: hasil monitoring hasil evalusi dan Tahapan kegiatan dan proses pelaksanaan Dalam proses monitoring meliputi: a) Metode, b) Indikator dan c) Tindak lanjut

Sumber :
http://elearning.ut.ac.id/mod/page/view.php?id=112663
28 Maret 2017, 6:59:10 WIB

ANALISIS SISTEM INFORMASI BERKAITAN DENGAN SISTEM MASUKAN & SISTEM KELUARAN

1. Jelaskan perbedaan masukan sistem (input) dan keluaran sistem (output).
2. Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Buatlah contoh suatu sistem dalam sebuah kegiatan.
3. Nilai dari informasi ditentukan oleh dua hal yaitu manfaat dan dan biaya untuk mendapatkannya. Jelaskan.
1. Perbedaanya terletak pada kegiatan yang dilakukan, masukan sistem (input) merupakan kegiatan mengumpulkan data atau informasi yang dibutuhkan oleh sistem. Baik berupa data fisik (hardcopy) maupun data non fisik (softcopy). Sedangkan keluaran sistem (output) adalah hasil dari pengolahan sistem. Hasilnya tergantung dari sistem yang digunakan, misalnyanya sistem pemasaran maka hasil yang didapatkannya berupa produk yang akan dipasarkan.
2. Contoh sistem yang saya gunakan pada sebuah kegiatan yaitu, sistem Myob. Sistem Myob adalah sistem yang digunakan untuk membuat laporan keuangan suatu perusahaan.
Masukan sistem (input) yang digunakan sebagai informasi adalah data perusahaan yang berbentuk hardcopy dan softcopy seperti rekening koran bank yang terdiri dari uang masuk (debit) dan uang keluar (kredit) sebagai pendapatan atau pengeluaran perusahaan kemudian data kas (petty cash) yang merupakan pencatatan atas biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk keperluan pembelian material suatu produk atau jasa yang dijual ( HPP ) ataupun biaya penunjang kebutuhan kantor lainnya seperti biaya gaji karyawan, biaya pembelian asset kantor, biaya listrik & telephone dll. Setelah data di klasifikasikan berdasarkan akun masing-masing langkah selanjutnya di input dalam sistem Myob. Dalam sistem Myob masing-masing data akan terstruktur atau terbagi berdasarkan  account list yang telah tercatat antara lain sebagai Asset, Liability, Equity, Income, Cost of sales, Expanse, Other Income, dan Other Expance.
Keluaran sistem (output) dari sistem Myob tersebut adalah hasil pembagian account list dalam Myob yang dapat dilihat pada report accounts yaitu balance sheet dan Profit & Loss. Angka yang tertera merupakan hasil akhir yang diperlukan suatu perusahaan, apakah perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan (profit) atau kerugian (Loss). Output ini dijadikan acuan dalam membuat kebijakan atau pengambilan keputusan perusahaan.
3. Tujuan akhir dari pengelolaan informasi pada suatu perusahaan adalah mendapatkan manfaat sesuai dengan harapan yang diinginkan. Dalam modul dijelaskan bahwa :
       I.            Jika nilai marginal > biaya marginal = peningkatan output.
    II.            Jika nilai marginal < biaya marginal = penurunan output.
 III.            Jika nilai marginal = biaya marginal = output optimum.

Terkait manfaat dan biaya maksudnya adalah, jika manfaat informasi yang dibutuhkan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka nilai dari informasi tersebut merupakan peningkatan output, tetapi jika lebih besar biaya yang dikeluarkan maka nilai informasi tersebut merupakan penurunan output sedangkan jika nilai informasi yang dibutuhkan sama dengan biaya yang diperlukan maka nilai informasi tersebut merupakan output optimum.

KOMPONEN BAURAN PEMASARAN BERKAITAN DENGAN RENCANA PEMASARAN

Konsep dasar bauran pemasaran merupakan paduan dari empat komponen yang diperhitungkan dalam menyusun rencana pemasaran,
a.Sebutkan dan jelaskan empat komponen bauran pemasaran tersebut.
b.Berikanlah contoh kasus bauran pemasaran berkaitan dengan rencana pemasaran media massa.

1. Empat komponen dalam bauran pemasaran, yaitu :

        i.            Produk (product )
Dalam pemasaran, perusahaan perlu menentukan produk apa yang akan dipasarkan sesuai dengan target market perusahaan dan kebutuhan konsumen yang dituju.

      ii.            Harga (price)
Harga merupakan salah satu elemen penting yang perlu dipertimbangkan karena menyangkut kelangsungan produk tersebut. Jika harga jual melebihi standart harga produk lainnya maka akan sulit untuk dipasarkan.

    iii.            Promosi (promotion)
Promosi adalah penunjang dari keberhasilan pemasaran suatu produk. Dengan menetapkan sasaran konsumen yang dituju maka promosi membantu pengkomunikasian kepada konsumen.

    iv.            Sistem distribusi (place)
Tempat distribusi yang tepat akan memudahkan konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan.

2. Salah satu contoh kasus bauran pemasaran berkaitan dengan rencana pemasaran media adalah Line Pay e-cash.

       I.            Produk, yang ditawarkan yaitu layanan pembayaran secara elektronik. Produk yang berupa aplikasi ini memberikan kemudahan dalam hal pembayaran seperti setor tunai, pengiriman uang, tarik e-cash, pembelian pulsa, pembelian rekening listrik, pembayaran e-commerce dll.

    II.            Harga. Terdapat potongan harga pada aplikasi ini jika konsumen menggunakan pembayaran pada layanan aplikasi line pay e-cash.

 III.            Promosi. Agar aplikasi layanan ini banyak di download oleh konsumen maka manajemen pemasaran melakukan kerjasama dengan pihak lain seperti kerjasama dengan Indomart, setiap konsumen yang mendownload aplikasi ini akan mendaptkan potongan belanja di Indomart senilai Rp 10.000,00


 IV.            Tempat yang dijadikan “lahan” promosi ini dilakukan langsung pada layanan Line sehingga pengguna Line secara serentak mendapatkan informasi produk-produk yang dikeluarkan Line.

Tuesday, January 17, 2017

ANALISIS ARTIKEL "TAMAN BUMI SIASAT BUDAYA MENJAGA TOBA"

Menganalisis artikel “Taman Bumi, siasat Budaya Menjaga Toba” yang merupakan artikel dari http://sains.kompas.com/read/2014/06/23/2001284/Taman.Bumi.Siasat.Budaya.Menjaga.Toba
Analisis ini terkait dengan :
1.      Proses perencanaan komunikasi dalam sebuah jaringan komunikasi menurut Rogers dan Kincaid, 1981.
2.      Tahapan dan proses difusi inovasi dari Everett A Rogers, 1973.
3.      Fungsi komunikasi organisasi menurut Charles Conrad.

Taman Bumi, Siasat Budaya Menjaga Toba

Oleh Ahmad Arif

KOMPAS.com
 - Taman bumi merupakan pengakuan 
UNESCO atas bentang alam terpilih. Danau Toba di Sumatera Utara, kini dalam daftar yang akan diusulkan, setelah Kaldera Batur di Bali diakui dunia. Namun, taman bumi sebenarnya proses. Tujuan akhirnya menjaga mutu alam Toba dan kemakmuran masyarakatnya.

Setelah Kaldera Batur ditetapkan sebagai anggota Jaringan Taman Bumi Global (Global Geopark Network) oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) pada 20 September 2012, Pemerintah Indonesia seperti demam taman bumi atau geopark.

Menurut situs resmi 
UNESCO, sejak 1999 hingga Maret 2014, taman bumi di dunia terdapat di 100 lokasi di 32 negara. Indonesia baru memiliki satu taman bumi yang diakui UNESCO sejak 2012, yaitu Batur Global Geopark (BGG), taman bumi kedua di Asia Tenggara setelah Langkawi di Malaysia.

Taman bumi merupakan konsep konservasi kawasan yang digagas 
UNESCO di bawah koordinasi The International Network of Geoparks (INoG). Kawasan dikonservasi untuk alasan geologi, nilai arkeologi, ekologi, ataupun budayanya.

Kini, sejumlah kawasan di Indonesia diusulkan mendapat pengakuan serupa. Tahun ini yang diusulkan adalah hutan fosil Merangin (Jambi), Gunung Sewu (
Jawa Timur) dan tahun berikut diusulkan Danau Toba. Sebelumnya, Toba ditetapkan sebagai Taman Bumi Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa bulan lalu.

Tak seorang pun bisa mengingkari, Nusantara diberkahi sederet bentang alam menawan. Para penjelajah dan penjajah dari Barat telah lama mengakui keelokan alam Nusantara itu dengan menyematkan berbagai istilah seperti ”mooi indie” hingga zamrud khatulistiwa. Selain pemandangannya, bentang alam itu punya riwayat menarik dan kaya dengan keragaman budaya.

Namun, belajar dari Geopark Batur, penetapan oleh 
UNESCO tak membawa dampak berarti. Bahkan penambangan batuan lava dan pasir, yang merupakan kekhasan Kaldera Batur, sulit diatasi.

”Kita sering salah memahami geopark sebagai tujuan akhir, sehingga begitu suatu kawasan ditetapkan sebagai geopark, mengira otomatis akan dapat untung banyak. Tak ada dana yang digelontorkan 
UNESCO terhadap geopark. Mereka hanya memasukkan bentang alam kita dalam jaringan global,” kata Indyo Pratomo, geolog dari Museum Geologi-Bandung.

Taman bumi, menurut Indyo, merupakan proses agar kita lebih menjaga alam. ”Perusakan kawasan yang telah ditetapkan sebagai Geopark Global justru bisa jadi kampanye negatif. ”Bayangkan, jika ada turis datang dari negara lain karena mendapat informasi dari 
UNESCO soal keindahan Kaldera Batur, lalu saat di sana dia menemukan bentang alam yang dirusak,” kata dia.

Karena itu, rencana mengusulkan Kaldera Toba sebagai Geopark Global, harus diikuti penyiapan masyarakat. Hal terpenting dari taman bumi adalah, membangun kesiapan rakyat untuk terlibat aktif menggali kekayaan budaya, menjaga alam, dan mempromosikan Kaldera Toba. ”Kalau dari segi keunikan bentang alam geologinya, Toba tak perlu diragukan lagi. Namun, bagaimana dengan manusianya?” kata Indyo.

Alam dan budaya

Dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer, Toba merupakan danau vulkanik terluas di dunia. Danau itu terbentuk dari letusan raksasa (supervolcano) sekitar 74.000 tahun lampau. Dampak letusan gunung api terkuat dalam 2 juta tahun terakhir ini disebut banyak ahli nyaris menamatkan umat manusia, salah satunya oleh antropolog Stanley H Ambrose dari University of Illinois.

Letusan hebat itu juga mengosongkan dapur magma di perut Toba. Kubah gunung itu runtuh, menciptakan lubang dalam. Batuan lalu menutup lubang itu di dasar dan tebing pejal mengelilinginya, menjebak air hujan. Danau Toba pun terbentuk.

Namun, magma yang tersisa di bawah Danau Toba mendesak naik perlahan, mendorong bebatuan padat yang menyumbat jalan ke atas. Melalui proses ribuan tahun, penyumbat itu terdorong ke atas. Penyumbat itulah Pulau Samosir.

Bukti-bukti pengangkatan Pulau Samosir itu tercetak pada fosil ganggang (diatomae) yang bisa ditemui nyaris di seluruh pulau itu. Bebatuan di tepi Danau Sidihoni, danau di atas danau di ketinggian 1.314 mdpl atau 919 meter dari ketinggian permukaan Danau Toba, juga mengandung lapisan endapan yang menguatkan dugaan Samosir pernah ada di dasar kaldera.

”Riwayat geologi Toba yang ajaib dan keindahan bentang alam luar biasa itu tak ada artinya kalau warga sekitar tak paham dan merusaknya,” kata Indyo. Setelah ditetapkan sebagai taman bumi nasional, pengembangan ekonomi kawasan itu harus lebih ramah lingkungan.

Sebagai bentang alam kaya sumber daya, Toba lama dipadati penduduk. Sebagaimana juga dialami bentang alam lain di Nusantara, tantangan terbesar Toba adalah dominannya pendekatan pembangunan ekstraktif. ”Penurunan mutu lingkungan Toba jadi masalah utama danau ini,” kata Mangaliat Simarmata, Ketua Earth Society for Danau Toba.

Pembabatan hutan terus dilakukan. Sisa vegetasi sekitar Toba, menurut Badan 
lingkungan hidup Sumut, tinggal 12 persen. Kerusakan ekologi sekitar Toba terjadi seiring penurunan mutu air danau. Bahkan, air Danau Toba tak layak konsumsi karena pencemaran limbah domestik, perikanan berupa keramba jaring apung dan limbah peternakan.

Upaya menjadikan Toba sebagai Taman Bumi Global harus jadi titik balik memahami danau itu. Jika warga memahami Toba lebih baik, kesadaran menjaga lingkungan akan menguat. ”Kedahsyatan Toba sudah dikenal para geolog atau vulkanolog luar negeri, tetapi belum banyak dimengerti masyarakat kita. Tantangan kini adalah menarasikan Toba agar dimengerti masyarakat,” kata Irwansyah Harahap, antropolog dari Universitas Sumatera Utara, yang turut aktif berkampanye konservasi alam dan budaya Toba.

Keberadaan taman bumi juga bisa menjadi titik balik untuk lebih memahami dan menghargai kebudayaan yang ribuan tahun berkembang di Toba. Jadi, taman bumi bisa menjadi strategi kebudayaan demi menghidupkan lagi kesadaran masyarakat Toba agar menjaga kekayaan alam dan budaya yang terabaikan. (KOMPAS CETAK)

1.      Masyarakat Indonesia memiliki latar belakang yang berbeda, baik dari segi sosial, ekonomi maupun pendidikan. Oleh sebab itu dalam membuat perencanaan komunikasi yang terpadu diperlukan pengamatan atas lingkungan masyarakat tersebut. Pesan yang disampaikan dengan tujuan persuasif harus dapat diterima dan dimengerti sehingga tidak terjadi distorsi terhadap pesan yang disampaikan. Distorsi merupakan noise atau gangguan yang dapat menyebabkan pesan tidak dapat diterima sesuai dengan tujuan.
Jaringan komunikasi menurut Rogers dan Kincaid merupakan jaringan komunikasi interpersonal yang membagi kebeberapa tahapan jaringan.
a.      Jaringan dalam sistem
Pada jaringan ini dibutuhkan peran serta pemerintah dalam mensosialisasikan pengertian dari Taman Bumi kepada masyarakat Indonesia. Misalnya, dengan menampilkan wilayah-wilayah Indonesia yang memiliki kriteria sebagai taman bumi dan salah satunya adalah Danau Toba. Dengan menampilkan keindahan alam Indonesia, khususnya Danau Toba diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan dan khasanah pengetahuan masyarakat Indonesia.
Pada tahapan ini pemerintah juga mendelegasikan kepada pihak terkait, khususnya pemerintah kota Sumatera Utara untuk memberikan pemahaman yang luas mengenai pentingnya menjaga ekologi lingkungan.
b.      Jaringan dalam klik
Jaringan klik merupakan jaringan sub sistem yang diperlukan dalam upaya pengkerucutan metode atau upaya dalam pengembangan perencanaan yang komprehensif.
Jika dalam jaringan sistem dibutuhkan peran serta pemerintah dalam upaya sosialisasi taman bumi kepada masyarakat Indonesia, maka pada jaringan klik merupakan hasil pendelagasian tugas dari pemerintah. Pada tahap ini pemerintah kota Sumatera Utara perlu membuat organisasi yang berkecimpung dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan budaya Danau Toba. Organisasi tersebut mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat sekitar Danau Toba serta memberikan gambaran dari dampak negatif yang mungkin timbul dari kerusakan lingkungan.
c.       Jaringan interpersonal
Jaringan Interpersonal merupakan jaringan komunikasi antara komunikator dengan komunikan. Hal ini dapat terjadi pada komunikasi antara kader atau aktifis pencinta lingkungan dengan masyarakat sekitar Danau Toba. Para aktifis ini membantu atau memberikan solusi dari kendala yang mungkin terjadi dilingkungan masyarakat sekitar. Misalnya dengan membangun swadaya masyarakat dalam membuat kreativitas masyarakat yang dapat dijual kepada turis lokal maupun asing yang datang berkunjung.
Dengan menjadikan Danau Toba sebagai salah satu Taman Bumi Global ( Global Geopark Network ) oleh UNESCO, otomatis menjadi ajang iklan yang luar biasa untuk mendatangkan turis asing ke Danau Toba. Hal ini akan berdampak positif pada meningkatnya pendapatan daerah sekaligus pendapatan masyarakat sekitar, serta pendapatan negara pada umumnya.

2.      Difusi inovasi merupakan upaya menyerapan ide-ide baru yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan. Adopter atau orang yang menyerap ide difusi inovasi terbagi menjadi beberapa tahapan :
                                I.            Individu yang menyerap difusi inovasi paling awal seperti pemuka agama, tokoh publik dll. Bila dikaitkan dengan wacana maka pada tahap ini yang menjadi adopter dari difusi inovasi taman bumi adalah pemerintah. Pemerintah merupakan lembaga tertinggi negara yang memiliki andil dalam hubungan antar negara

                              II.            Gatekeeper, individu yang melakukan penyaringan terhadap difusi inovasi yang diberikan, gatekeeper ini merupakan juga merupakan adopter awal. Pada tahap ini yang menjadi adopter adalah pemerintah daerah Sumatera Utara, yang didelegasikan oleh pemerintah pusat serta organisasi yang membantu mensosialisasikan langsung kepada komunikan, dalam hal ini masyarakat sekitar Danau Toba.

                            III.            Individu yang menggunakan atau menerima difusi inovasi. Yang berkaitan dengan wacana Taman Bumi sebagai adopter adalah masyarakat yang ikut berupaya menjaga lingkungan dan melestarikan budaya di Danau Toba.

                            IV.            Isolate, merupakan pengguna akhir dari difusi inovasi. Latar belakang masyarakat Indonesia yang beragam menjadi pemicu perbedaan tingkat mengadopsian inovasi. Masyarakat yang tertutup dan terisolasi cenderung menjadi adopter yang paling akhir. Butuh cara panyampaian yang tepat agar tidak terjadi distorsi pesan.

                              V.            Laggards, merupakan individu yang menutup diri dan menolak dari difusi inovasi.
Letak geografis Indonesia menjadi salah satu penyebab terjadinya laggards. Banyaknya suku-suku yang masih tinggal dipedalaman dan menutup diri dari perkembangan teknologi dan menolak menerima difusi inovasi dalam bentuk apapun.

3.      3 Fungsi komunikasi menurut Charles Conrad adalah :
                                I.            Fungsi Perintah
Fungsi perintah yang dilakukan ketua Earth Society for Danau Toba adalah dengan mendelegasikan tugas yang perlu dilakukan oleh organisasi terkait sosialisasi kepada masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat sekitar Danau Toba.

                              II.            Fungsi Relasional
Dalam fungsi relasional pada wacana menjelaskan tingkat keterkaitan lembaga-lembaga yang ada guna mensukseskan program yang dicanangkan. Misalnya pemerintah bekerjasama dengan pemerintah daerah, kemudian pemerintah daerah juga bekerjasama dengan organisasi pelestarian lingkungan Danau Toba. Selain itu fungsi relasional juga terlihat pada kerjasama yang dilakukan oleh antar organisasi pelestarian lingkungan baik dengan daerah lainnya maupun dalam lingkup yang lebih besar yaitu dengan negara lain.
Semua kerjasama dilakukan guna saling memberikan dukungan untuk penyerapan inovasi taman bumi.

                            III.            Fungsi Manajemen Ambigu.
Dalam setiap organisasi tidak menutup kemungkinan terjadinya manajemen ambigu. Pada wacana tersebut manajemen ambigu mungkin saja dapat terjadi akibat perbedaan kepentingan. Misalnya kepentingan pemerintah untuk menjadikan Danau Toba sebagai salah satu taman bumi dengan harapan dapat mendatangkan turis asing sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara maupun daerah sekaligus pendapatan masyarakat sekitar, namun tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ingin terus mendapatkan keuntungan pribadi seperti penangkapan ikan di Danau Toba dengan bahan peledak yang dapat merusak keindahan bawah laut di Danau Toba.


Sumber :
Teori Komunikasi SKOM4204
Perencanaan Program Komunikasi SKOM4206
Komunikasi Organisasi SKOM4329


Monday, January 16, 2017

TEORI KOMUNIKASI - PERSPEKTIF DALAM PENELITIAN

Littlejohn, dalam buku Theories of Human Communication membagi 3 aliran pendekatan :
1.      Pendekatan scientific ( ilmiah – empiris )
                                I.            Menstandarisasikan observasi
                              II.            Bertujuan mengurangi perbedaan pandangan
                            III.            Diluar diri peneneliti
                            IV.            Fokus pada dunia hasil temuan ( discovered world )
                              V.            Memperoleh konsensus
                            VI.            Pemisahan yang tegas antara known & knower
                          VII.            Sifatnya objektif
2.      Pendekatan humanistic ( humaniora interpretatif )
                                I.            Mengutamakan kreativitas individual
                              II.            Bertujuan memahami tanggapan dan hasil temuan
                            III.            Berada dalam diri peneliti
                            IV.            Fokus pada diri para penemunya ( discovered person )
                              V.            Tidak memisahkan antara known & knower
                            VI.            Sifatnya subjektif & interpretatif cocok utk mengkaji sistem nilai, kesenian, kebudayaan, pengalaman pribadi.
3.      Pendekatan social sciences ( ilmu-ilmu sosial )
Merupakan gabungan kedua pendekatan.

Berger & Chaffee, 3 pokok pikiran dalam ilmu komunikasi :
1.      Objek/ fokus pengamatanya adalah proses & pengaruh dari sistem tanda & lambang.
2.      Bersifat ilmiah empiris / scientific.
3.      Bertujuan menjelaskan fenomena sosial dari sistem tanda & lambang

Menurut Littlejohn, teori komunikasi dibagi 2 :
1.      Teori Umum ( general theoris )
a.      Teori fungsional dan struktural
                                            i.            Penekanan pada sistem sebgai struktur yang berfungsi
                                          ii.            Berkembang dari sosiologi & ilmu sosial lainnya, kajian pada struktur sosial & budaya
                                        iii.            Mementingkan synchrony ( stabilitas dalam kurun waktu tertentu )
                                         iv.            Memusatkan perhatian pada “sebab-akibat yang tidak diinginkan “ dari pada hasil yang sesuai tujuan.
                                           v.            Realitas pada dasarnya objektif dan independent ( bebas ), ,menggunakan metode pengamatan ( observasi ) empiris
                                         vi.            Bersifat dualistis, memisahkan bahasa & lambang dari pemikiran dan objek yang disimbolkan dalam komunikasi.
                                       vii.            Memegang prinsip  the correspondence theory of truth (teori kebenaran yang sesuai), bahasa sesuai dg realitas, simbol mempresentasikan secara akurat.
b.      Teori behavioral & cognitve
                                            i.            Berkembang dari psikologi & ilmu pengetahuan behavioralis lainnya
                                          ii.            Memusatkan pengamatan pada diri manusia secara individual
                                        iii.            Model  S – R ( stimulus – respon ) rangsangan – tanggapan
                                         iv.            Mengutamakan analisis variabel
c.       Teori konvensional & interaksional
                                            i.            Teori ini berpandangan bahwa kehidupan sosial merupakan sebuah proses interaksi yang membangun, memelihara serta mengubah kebiasaan tertentu termasuk bahasa & simbol.
                                          ii.            Dianggap sebagai alat perekat masyarakat.
                                        iii.            Berkembang dari aliran pendekatan “interaksionisme simbolis.
                                         iv.            Melihat struktur sosial sebagai produk dari interaksi
d.      Teori kritis & Interpretif
                                            i.            2 karakteristik umum :
ü  Penekanan terhadap peran subjektifitas yang didasarkan pada pengalaman individual
ü  Pengalaman dipandang sebagai pemahaman makna.
                                          ii.            Cenderung mengindari sifat2 prespektif dan keputusan absolut tentang fenomena yang diamati.
                                        iii.            Bersifat tentatif dan relatif.
2.      Teori Kontekstual ( contextual theoris )
a.      Komunikasi antarpribadi
b.      Komunikasi kelompok
c.       Komunikasi Organisasi
d.      Komunikasi Massa

4 Perspektif dalam ilmu komunikasi :
1.      Covering laws ( perspektif hukum )
Diperkenalkan oleh Dray. Berdasarkan prinsip sebab-akibat atau hubungan kausal. Dengan asas-asas :
a.      Teori berisikan penjelasan berdasarkan hukum umum
b.      Berdasarkan analisis keberaturan.
2.      Rules ( perspektif aturan )
3.      Systems ( perspektif sistem )
4.      Symbolic interactionism ( perspektif simbolik interaksionisme )

Perspektif dalam penelitian Komunikasi Kelompok :
1.      Muzafer Sherif
-          Memusatkan penelitiannya pada suatu fenomena yang disebut autokinesic light effect.
-          Penelitian ini menunjukan dalam situasi ketidakpastian orang menjadi tergantung kepada orang lain untuk mendapatkan panduan. ]
-          Kaitannya dalam membentuk & memiliki norma.
2.      Solomon Asch
-          Memfokuskan pada ‘tekanan’ kelompok dan konformitas.
-          Meneliti tekanan kelompok dan kecenderungan yang terjadi pada anggotanya untuk menyesuaikan diri dengan tekanan kelompok tersebut atau menghindarinya, dimana seseorang akan mengikuti pendapat kelompoknya walaupun itu berarti harus bertentangan dg informasi yang diperoleh melalui penginderaannya sendiri.
-          Tekanan kelompok juga memiliki pengaruh yang kuat dalam pengambilan keputusan dibidang politik dan pemerintahan.
Kesimpulan :
-          Hasil eksperimen Sherif & Asch menunjukan bahwa pengaruh kelompok memiliki efek yang kuat sekalipun dalam kelompok yang longgar yaitu orang2 yang belum pernah bertemu sebelum dilakukannya eksperimen.
-          Tampaknya kekuatan kelompok akan menjadi lebih besar pada kelompok primer, seperti keluarga atau kelompok kerja.
3.      Kurt Lewin
-          Menemukan teori mengenai ‘gate keeper’ dan dinamika kelompok.
-          Faktor yang berperan adalah diskusi kelompok solidaritas sosial, keputusan untuk bertindak dan persepsi mengenai konsensus kelompok.
-          Eksperimen berikutnya dilakukan oleh Edidth Bennett Pelz.
4.      Paul Lzarsfeld & rekannya ( Rosevelt & Willkie ) & Bemard Berelson & rekannya ( Truman & Dewey )
-          Tentang peranan kelompok dalam pembentukan sikap politik dalam kaitannya dengan pemilihan umum.
-          Media massa tidak terlalu berperan  dibandingkan dengan pengaruh antarpribadi atau pengaruh dari orang lain.
-          Sebagai tonggak bagi penemuan kembali faktor pengaruh personal.
-          Menunjukkan suatu kecenderungan yang kuat bahwa orang memilih kandidat yang sama seperti yang dipilih oleh kelompok primer.
-          Berelson menyebut kuatnya konsistensi sebagai ‘homogenitas politik dari kelompok primer’.

Pendekatan dalam Komunikasi Organisasi :
1.      Pendekatan Struktur & Fungsi Organisasi
-          Max Weber, inti teori mengenai birokrasi adalah konsep mengenai kekuasaan, wewenang & legitimasi.
-          6 Pandangannya mengenai birokrasi adalah :
                                            i.            Birokrasi didasarkan pada aturan yang memungkinkan diselesaikannya suatu persoalan.
                                          ii.            Birokrasi mengenal pembagian secara sistematis terhadap tenaga kerja.
                                        iii.            Esensi dari birokrasi adalah adanya penjenjangan (hierarki).
                                         iv.            Pimpinan diangkat berdasarkan kemampuan & pendidikan mereka.
                                           v.            Kebebasan mengalokasikan sumber yang ada
                                         vi.            Mensyaratkan pengelolaan arsip yang rapi.
-          Teori lainnya yang berhubungan dengan pendekatan struktur dan fungsi organisasi adalah teori sistem. Teori sistem menurut :
                                              i.            L  J James Heavy yaitu prosedur logis emosional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dg yang lain sebagai kesatuan dalam mencapai usaha yang ditentukan.
                                            ii.            John Mc Manama yaitu struktur konseptual yang tersusun dari fungsi yang saling berhubungan dan bekerja serta sebagai organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif & efesien.
-          Chester Barnard, bahwa organisasi hanya dapat berlangsung melalui kerjasama antarmanusia dan kerjasama adalah sarana kemampuan individu dipadukan guna mencapai tujuan bersama yg lebih tinggi.
-          Daniel Katz & Robert Kahn mengatakan bahwa sebagai suatu sistem sosial, organisasi memiliki keunikan guna memelihara berbagai masukan.
-          Hanya menekankan pada produktivitas dan penyelesaian tugas.

2.      Pendekatan Hubungan manusiawi ( Human Relations )
-          Chris Agrys, ketika kompetensi teknis tinggi maka kompetensi antarpribadi dikurangi. Oleh karena itu, munculnya pendekatan human relations merupakan kritik terhadap perspektif struktural fungsional.
-          Ada beberapa anggapan dasar dari pendekatan human relations, yaitu :
                                            i.            Produktivitas ditentukan oleh norma sosial bukan faktor psikologis.
                                          ii.            Imbalan yang bersifat non ekonomis untuk memotivasi karyawan.
                                        iii.            Reaksi karyawan lebih sebagai anggota kelompok daripada individu.
                                         iv.            Kepemimpinan mencakup aspek formal & informal.
                                           v.            Komunikasi sebagai fasilitator.
Pendekatan human relations  merupakan kritik terhadap perspektif struktural fungsional. Teori mengenai human relations dikenal dengan nama Empat Sistem Likert, yaitu :
                                            i.            Sistem explotatif authoritative, keputusan yang dibuat pemimpin tidak memanfaatkan atau memperhatikan umpan balik dari para bawahannya.
                                          ii.            Sistem benevolent – authoritative, hampir sama dengan sistem pertama hanya pimpinan memiliki cukup kepekaan terhadap kebutuhan para karyawan.
                                        iii.            Sistem consultative, pimpinan masih memegang kendali namun mereka juga mencari masukan-masukan dari bawah.
                                         iv.            Sistem participative management, memberi kesempatan pada karyawan untuk berpartisipasi penuh dalam proses pengambilan keputusan, mengarahkan bawahan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan motivasi dalam bekerja lebih baik.

3.      Pendekatan komunikasi sebagai suatu proses organisasi.
-          2 teori yang dikemukan oleh Carl Weick & Marshall Scoot Poole mengenai teori pengorganisasian serta teori strukturasi dalam oraganisasi yang merupakan hasil pemikiran Robert D McPhee.
-          Sebagai proses pengorganisasian. Teori pengorganisasian memandang organisasi bukan sekedar struktur atau kesatuan tetapi suatu aktivitas. Terdiri dari interaksi ganda yaitu tindakan – respons – tindakan penyesuaian.
4.      Pendekatan organisasi sebagai kultur.
-          Michael Pacanowsky & Nick O’Donnell – Trujillo,  ada 5 bentuk penampilan oraganisasi :
                                            i.            Ritual
                                          ii.            Hasrat (passion)
                                        iii.            Sosialitas
                                         iv.            Politik organisasi
                                           v.            Enkulturasi, proses mengajarkan budaya kepada para anggota organisasi.

Pendekatan dalam Komunikasi Massa
Pendekatan ini menggunakan Teori :
1.      Teori Agenda
-          Maxwell McCombs & Donald Shaw, bahwa audience tidak hanya mempelajari berita melalui media massa tetapi juga mempelajari cara media massa memberikan penekanan terhadap topik
-          Menawarkan suatu cara untuk mengabungkan temuan ini dg  kemungkinan terjadinya efek terhadap pendapat karena pada dasarnya yang ditawarkan adalah suatu fungsi belajar dari media massa.
2.      Teori dependensi
-          Mengenai efek komunikasi massa
-          Dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeach & Melvin L DeFluer.
-          Merupakan pendekatan struktur sosial yang berangkat dari gagasan mengenai sifat suatu masyarakat modern (massa).
-          Terdapat efek kognitif, Afektif, Behavioral
3.      Spiral of silence
-          Dikemukan oleh Elizabeth Noelle-Neuman
-          Bahwa individu pada umumnya berusaha menghindari isolasi dalam arti mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu
4.      Infomation Gaps
-          Philip Tichenor, bahwa ketika arus informasi dalam suatu sistem sosial meningkat, maka mereka yang berpendidikan (status sosial ekonomi lebih baik) akan lebih mudah,lebih cepat & lebih baik dalam menyerap informasi dibandingkan mereka yang kurang berpendidikan dg status yang lebih rendah.
-          Ceiling effects artinya ada plafon atau batas tertentu dalam penyerapan informasi, terjadi jika potensi informasi mengenai suatu topik tertentu terbatas.

Audience & Pengaruhnya terhadap Komunikasi Massa
3 Pendekatan :
1.      Pendekatan Uses & Gratifications
-          Denis McQuail, memusatkan perhatian pada penggunaan isi media untuk pemenuhan kebutuhan seseorang.
-          Penggunaan media ditentukan oleh kebutuhan dasar individu.
2.      Uses & Effects
-          Dikemukan oleh Sven Windahl
-          Kebutuhan hanya salah satu dari faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan media.
3.      Information Seeking
-          Proses pencarian informasi : stimuli – perbandingan antara stimuli - tindakan

Pendekatan dalam Teori Komunikasi Nonverbal
1.      Pendekatan Etologi (Ethological Approach)
                                i.            Teori struktur kumulatif
                              ii.            Teori tindakan (action theory)

2.      Pendekatan Antropologis (Antropological Approach)
                                i.            Analogi Linguistik
                              ii.            Analogi Kultural

3.      Pendekatan Fungsional (Functional Approach)
                                  i.            Teori metaforis dari Mehrabian
                                ii.            Teori Equilibrium
                              iii.            Teori fungsional dari Patterson
                               iv.            Teori fungsional Komunikatif
Teori Komunikasi Verbal
1.      Pendekatan Natural ( Nature Approach )
2.      Pendekatan Nurtural ( Nurture Approach )
3.      Teori Fungsional tentang Bahasa ( General Sematics )
                                i.            Penggunaan simbol
                              ii.            Reaksi/ Respons
                            iii.            Identitas
                             iv.            Keterikatan pada ruang & waktu
                               v.            Multiordinalitas
                             vi.            Orientasi intensional & ekstensional
4.      Kontruktivisme : Pendekatan pesan dalam bahasa.

Pemikiran rules theories menekankan bahwa tingkah laku orang merupakan hasil dari penerapan aturan yang disepakati.

Sumber :

TEORI KOMUNIKASI SKOM4204