Monday, September 18, 2017

Konsep Dasar Bauran Pemasaran

Konsep dasar bauran pemasaran merupakan paduan dari empat komponen yang diperhitungkan dalam menyusun rencana pemasaran,
a.Sebutkan dan jelaskan empat komponen bauran pemasaran tersebut.
b.Berikanlah contoh kasus bauran pemasaran berkaitan dengan rencana pemasaran media massa.
1. Empat komponen dalam bauran pemasaran, yaitu :
        i.            Produk (product )
Dalam pemasaran, perusahaan perlu menentukan produk apa yang akan dipasarkan sesuai dengan target market perusahaan dan kebutuhan konsumen yang dituju.
      ii.            Harga (price)
Harga merupakan salah satu elemen penting yang perlu dipertimbangkan karena menyangkut kelangsungan produk tersebut. Jika harga jual melebihi standart harga produk lainnya maka akan sulit untuk dipasarkan.
    iii.            Promosi (promotion)
Promosi adalah penunjang dari keberhasilan pemasaran suatu produk. Dengan menetapkan sasaran konsumen yang dituju maka promosi membantu pengkomunikasian kepada konsumen.
    iv.            Sistem distribusi (place)
Tempat distribusi yang tepat akan memudahkan konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan.
2. Salah satu contoh kasus bauran pemasaran berkaitan dengan rencana pemasaran media adalah Line Pay e-cash.
       I.            Produk, yang ditawarkan yaitu layanan pembayaran secara elektronik. Produk yang berupa aplikasi ini memberikan kemudahan dalam hal pembayaran seperti setor tunai, pengiriman uang, tarik e-cash, pembelian pulsa, pembelian rekening listrik, pembayaran e-commerce dll.
    II.            Harga. Terdapat potongan harga pada aplikasi ini jika konsumen menggunakan pembayaran pada layanan aplikasi line pay e-cash.
 III.            Promosi. Agar aplikasi layanan ini banyak di download oleh konsumen maka manajemen pemasaran melakukan kerjasama dengan pihak lain seperti kerjasama dengan Indomart, setiap konsumen yang mendownload aplikasi ini akan mendaptkan potongan belanja di Indomart senilai Rp 10.000,00
Tempat yang dijadikan “lahan” promosi ini dilakukan langsung pada layanan Line sehingga pengguna Line secara serentak mendapatkan informasi produk-produk yang dikeluarkan Line.

Masukan sistem ( Input ) dan Keluaran sistem ( Output ) pada Analisis Sistem Informasi

1. Jelaskan perbedaan masukan sistem (input) dan keluaran sistem (output).
2. Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Buatlah contoh suatu sistem dalam sebuah kegiatan.
3. Nilai dari informasi ditentukan oleh dua hal yaitu manfaat dan dan biaya untuk mendapatkannya. Jelaskan.
1. Perbedaanya terletak pada kegiatan yang dilakukan, masukan sistem (input) merupakan kegiatan mengumpulkan data atau informasi yang dibutuhkan oleh sistem. Baik berupa data fisik (hardcopy) maupun data non fisik (softcopy). Sedangkan keluaran sistem (output) adalah hasil dari pengolahan sistem. Hasilnya tergantung dari sistem yang digunakan, misalnyanya sistem pemasaran maka hasil yang didapatkannya berupa produk yang akan dipasarkan.
2. Contoh sistem yang saya gunakan pada sebuah kegiatan yaitu, sistem Myob. Sistem Myob adalah sistem yang digunakan untuk membuat laporan keuangan suatu perusahaan.
Masukan sistem (input) yang digunakan sebagai informasi adalah data perusahaan yang berbentuk hardcopy dan softcopy seperti rekening koran bank yang terdiri dari uang masuk (debit) dan uang keluar (kredit) sebagai pendapatan atau pengeluaran perusahaan kemudian data kas (petty cash) yang merupakan pencatatan atas biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk keperluan pembelian material suatu produk atau jasa yang dijual ( HPP ) ataupun biaya penunjang kebutuhan kantor lainnya seperti biaya gaji karyawan, biaya pembelian asset kantor, biaya listrik & telephone dll. Setelah data di klasifikasikan berdasarkan akun masing-masing langkah selanjutnya di input dalam sistem Myob. Dalam sistem Myob masing-masing data akan terstruktur atau terbagi berdasarkan  account list yang telah tercatat antara lain sebagai Asset, Liability, Equity, Income, Cost of sales, Expanse, Other Income, dan Other Expance.
Keluaran sistem (output) dari sistem Myob tersebut adalah hasil pembagian account list dalam Myob yang dapat dilihat pada report accounts yaitu balance sheet dan Profit & Loss. Angka yang tertera merupakan hasil akhir yang diperlukan suatu perusahaan, apakah perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan (profit) atau kerugian (Loss). Output ini dijadikan acuan dalam membuat kebijakan atau pengambilan keputusan perusahaan.
3. Tujuan akhir dari pengelolaan informasi pada suatu perusahaan adalah mendapatkan manfaat sesuai dengan harapan yang diinginkan. Dalam modul dijelaskan bahwa :
       I.            Jika nilai marginal > biaya marginal = peningkatan output.
    II.            Jika nilai marginal < biaya marginal = penurunan output.
 III.            Jika nilai marginal = biaya marginal = output optimum.

Terkait manfaat dan biaya maksudnya adalah, jika manfaat informasi yang dibutuhkan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka nilai dari informasi tersebut merupakan peningkatan output, tetapi jika lebih besar biaya yang dikeluarkan maka nilai informasi tersebut merupakan penurunan output sedangkan jika nilai informasi yang dibutuhkan sama dengan biaya yang diperlukan maka nilai informasi tersebut merupakan output optimum.

Peran Komunikasi Politik dalam Mewujudkan Integritas Bangsa

Salah satu tujuan komunikasi politik adalah mewujudkan integritas bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk sehingga usaha integrasi bangsa sering dihadapkan pada hambatan kebhinekaan yang ada. Bagaimana peran komunikasi politik dalam mewujudkan integritas bangsa?
Komunikasi politik merupakan komunikasi yang dilakukan oleh aktor politik dalam pemerintahan atau pemegang kekuasaan dari suatu otoritas kenegaraan. Hambatan ke majemukan untuk mencapai integrasi bangsa, pada era saat ini seharusnya tidak lagi terjadi. Pemahaman atas kesatuan bangsa merupakan tujuan utama dalam berbangsa dan bernegara. Untuk mencegah hal ini, aktor politik yang menjadi wakil “suara”, perlu menyampaikan aspirasi masyarakat, tidak hanya duduk sebagai  pemangku kepentingan pribadi yang hanya mensukseskan kedudukannya dalam politik tetapi mempunyai tujuan atau misi yang baik dan bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Meskipun demikian kebhinekaan tetap manjadi hambatan dikarenakan tiap-tiap individu dalam masyarakat memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap usaha integrasi bangsa. Misalnya saja perbedaan visi dan misi dari partai politik yang ada di Indonesia. Pendukung dari masing-masing partai politik tentunya memiliki pengharapan yang berbeda.
Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi negara dalam politik perlu melakukan rancangan, pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pemerintahannya. Letak geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau memerlukan “wakil” dari pemerintah pusat seperti Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pembagian kedaulatan ini hanya pada system pemerintahannya sehingga tetap menjadi satuan pemerintahan nasional (pusat).

Menurut pendapat saya, integrasi bangsa dari masyarakat Indonesia yang majemuk memerlukan pembinaan, pengawasan dan koordinasi dalam komunikasi politik. Ketentuan yang mengatur atau Undang-undang yang berlaku dapat mencegah konfllik, selain itu setiap masyarakat wajib menghormati Hak Asasi Manusia dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Cyber crime, terkait Tugas Komunikasi Politik UT

Cyber crime adalah kejahatan yang dilakukan di dunia maya. Kejahatan ini dilakukan dengan menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer dengan memasukkan data atau informasi yang tidak benar atau pun tidak etis, membuat gangguan perusakan, pencurian data terhadap data dari pemilik yang jaringannya diretas. Selain itu cyber crime juga dilakukan untuk tujuan memasukkan virus guna merusak sistem jaringan komputer. Pelaku kejahatan dunia maya ini dikenal dengan sebutan hacker.
Terkait artikel dijelaskan bahwa otoritas Spanyol menyebut negaranya telah menahan ahli komputer Rusia yang diduga terlibat peretasan pemilu Presiden Amerika Serikat. Inteljen AS juga kerap menuding Rusia melakukan peretasan saat pemilu guna membantu mengatrol suara bagi kandidat partai politik, Donald Trump. Trump, yang memenangkan pemilu pada November, langsung menyanggah hal tersebut. Sebelumnya, pada pertengahan Januari, ahli komputer Rusia lainnya, Stanislav Lisov juga menjadi buruan AS. Dia ditangkap di Bandara El Prat, Barcelona saat hendak menaiki pesawat. Lisov kini menjadi tahanan di Spanyol.  http://www.cnnindonesia.com/internasional/20170410191645-134-206419/hacker-rusia-yang-retas-pemilu-as-terjegal-di-spanyol/ diakses 11 April 17:17:48 WIB
Kejahatan yang dilakukan ahli komputer Rusia dalam cyber crime ini digolongkan sebagai data forgery, yaitu kejahatan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang dimiliki oleh lembaga atau institusi. Dalam hal ini hacker Piotr Levashov telah menciptakan virus untuk menggandakan atau memalsukan data yang membantu kemenangan salah satu partai Pemilu di AS.
Cyber crime umumnya di danai oleh kelompok-kelompok mafia yang tidak bertanggung jawab yang memiliki tujuan personal serta terorganisir dengan baik, misalnya dengan  menjadikan negara tertentu sebagai lokasi transnational crime. Kelompok hacker juga menyembunyikan lokasi mereka, biasanya melancarkan aksi cyber dari server komputer yang jauh dari tempat asalnya. Selain itu para hacker berbahaya ini juga menyebarluaskan software yang digunakan untuk meyerang perusahaan-perusahaan besar dengan tujuan komersil. Pentingnya kehati-hatian masyarakat dapat mencegah kejahatan ini, misalnya dengan tidak mengakses hal penting seperti transaksi perbankan, membuka data-data perusahaan dengan menggunakan fasilitas wifi gratis yang disediakan ditempat-tempat umum. Selain itu berfikir sebelum meng-klik dan memperhatikan dengan seksama situs di internet yang akan digunakan  juga dapat mencegah kasus peretasan.

Friday, May 5, 2017

KARIL & TAP 2017.1 - UT



Menganalisis Artikel menggunakan Teori Komunikasi, Komunikasi Organisasi, Perencanaan Program Komunikasi & Komunikasi Antar Budaya.

Terkait Artikel “ Duh...Lion Air Tak Punya SOP Manajemen Krisis”

Menganalisis Artikel menggunakan Teori Komunikasi, Komunikasi Organisasi, Perencanaan Program Komunikasi & Komunikasi Antar Budaya.

MK. Teori Komunikasi
Untuk menganalisis kasus krisis penundaan dan pembatalan jadwal penerbangan oleh Lion Air, saya menggunakan teori information seeking.
            Teori informastion seeking merupakan teori yang membahas tentang pencarian informasi sebanyak-banyaknya yang dilakukan oleh audiens untuk memenuhi kebutuhan informasi dengan membandingkan media yang satu dengan media lainnya untuk mendapatkan informasi yang tepat atau sesuai.
            Media sebagai sumber informasi yang dibutuhkan tentunya menjadi pilihan audiens atau penumpang. Penumpang yang merasa kecewa dengan penundaan dan pembatalan yang dilakukan oleh Lion Air berusaha mencari sebanyak mungkin informasi mengenai alasan Lion Air menunda dan membatalkan penerbangan. Proses pencarian informasi yang dilakukan memiliki dampak yang berbeda terhadap masing-masing penumpang. Tidak semua penumpang merasa cukup dengan informasi yang diterima sehingga para calon penumpang mengamuk dan merusak fasilitas bandara. Kerugian dan kekecewaan yang dirasakan penumpang atas kejadian tersebut perlu direspon positif oleh pihak terkait, oleh sebab itu penumpang membandingkan media yang tepat, yang dapat dinilai sebagai media yang memiliki kredibilitas. Dari informasi yang didapatkan dari media dapat dianggap sebagai pengukuhan informasi atas kelalaian Lion Air yang telah menelantarkan penumpangnya, sehingga audiens atau penumpang dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk melakukan pengaduan atas kerugian dan kekecewaan kepada pihak Lion Air, pihak Angkasa Pura dan Menteri Perhubungan selaku lembaga yang memberikan izin penerbangan kepada Lion Air.
            Pada paragraf sepuluh dijelaskan bahwa Direktorat Airport Service Lion Air, Daniel Putut, yang turut hadir dalam konferensi pers itu menjelaskan, manajemen Lion Air siap menerima sanksi apapun sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap pelanggan. Dari informasi tersebut, penumpang mengetahui bahwa Lion Air bertanggung jawab atas penundaan dan pembatalan penerbangan, hal ini merupakan sikap empati Lion Air atas kerugian dan kekecewaan yang dirasakan oleh penumpang. Melalui konferensi pers tersebut, Lion Air menggunakan media sebagai saluran yang memberikan informasi kepada penumpang mengenai tindakan dan respon yang dilakukan oleh Lion Air.
Kepercayaan audiens terhadap informasi yang disampaikan oleh media akan meningkatkan kredibilitas media tersebut sehingga audiens terus menggunakan media sebagai saluran yang dipercaya. Keunggulan informasi akurat yang disampaikan media menjadi pertimbangan audiens dalam memilih media yang tepat untuk memenuhi kebutuhan informasi. Keputusan menggunakan media yang tepat dapat membantu audience dalam menentukan sikap yang akan diambil untuk menyikapi permasalahan tersebut.

MK. Perencanan Program Komunikasi
1)      Aspek Komunikator.
Komunikator dengan citra diri khalayak.
·         Paternalistik : komunikator berorientasi pada audience/ khalayak.
·         Spesialisasi : komunikator bagian dari khalayak dan tahu pasti kebutuhan        mereka.
·         Profesionalisme : komunikator yang kompeten.
·         Ritualisme : komunikator sebagai alat membangun kebersamaan dengan khalayak.
Terkait wacana Lion Air, komunikator yang tepat digunakan adalah komunikator dengan citra diri khalayak. Komunikator dengan citra diri khalayak adalah komunikator yang menyampaikan pesan dari beberapa kepentingan antara lain kepentingan penumpang, kepentingan Lion Air, kepentingan Direktorat Perhubungan Udara dan kepentingan Kementerian Perhubungan.
Sebagai komunikator yang berorientasi pada audience/ khalayak harus memahami kebutuhan dan keluhan penumpang yang telah ditelantarkan. Komunikator perlu bersikap menempatkan diri sebagai penumpang sehingga dalam bertindak dapat mewakili argumentasi  dan kekecewaan yang dirasakan oleh penumpang.
Komunikator dengan citra diri khalayak tidak menyudutkan kepentingan siapa pun tetapi berorientasi mencari win win solution atas permasalahan yang terjadi. Sebagai komunikator juga bertindak mewakili pihak Lion Air, dalam memberikan penjelasan kepada penumpang tentang respon yang telah dilakukan oleh manajemen Lion Air. Selain itu komunikator juga berada pada kepentingan Direktorat Perhubungan Udara dan Kementerian Perhubungan, sebagai lembaga yang memiliki wewenang atas izin penerbangan Lion Air. Komunikator perlu menyampaikan kepada penumpang tentang tindakan yang telah dilakukan dan SOP yang dipersiapkan untuk mencegah terulangnya kasus tersebut.
Aspek komunikator merupakan aspek terkait dengan perencanaan sumber yang perlu mempertimbangankan fungsi pesan yang akan disampaikan, antara lain :
a.       Fungsi sosial.
Informasi yang disampaikan dapat diketahui oleh khalayak. Komunikator dalam wacana Lion Air adalah pihak manajemen Lion Air, yang memiliki peran sebagai penganjur (advocacy) atau praktisi humas, dalam usaha mempengaruhi calon penumpang agar dapat memaklumi atau memahami keterlambatan dan penundaan penerbangan di berbagai tempat di Indonesia.
b.      Fungsi ekspresi.
Permohonan maaf dan berjanji mengupayakan perbaikan manajemen dapat disampaikan oleh komunikator. Komunikator dengan citra khalayak (the communicators image of the audience) merupakan komunikator yang tepat dalam memahami keluhan calon penumpang Lion Air, dimana komunikator berorientasi kepada kepentingan khalayak dan memiliki rasa empati terhadap calon penumpang.
c.       Fungsi kontrol.
Fungsi ini adalah upaya mempengaruhi tingkah laku dan pemikiran orang lain sesuai dengan yang diinginkan. Tindakan yang dilakukan bersifat persuasif yang merupakan upaya Lion Air agar peristiwa yang terjadi tidak terus merusak reputasinya dimata calon penumpang maupun dimata khalayak luas.
d.      Fungsi informasi.
Memberikan pengetahuan atau informasi sesuai yang dibutuhkan juga merupakan aspek komunikator yang tepat sehingga calon penumpang dapat memahami situasi yang dihadapi oleh Lion Air, selain itu Dirjen Perhubungan selaku lembaga atau organisasi yang ditunjuk untuk membantu juga dapat memberikan hasil pemeriksaannya sehingga bisa memberikan rekomendasinya untuk membenahi sistem penanganan krisis Lion Air.

2)      Aspek Desain Pesan.
Strategi penyusunan pesan terdiri dari
a.       Strategi Merk (branding strategy)
·         Pemilihan nama atau symbol yang mewakili program.
·         Maskapai penerbangan Lion Air adalah nama maskapai yang digunakan sebagai sarana transportasi udara.
·         Menciptakan kesadaran dan identitas merk.
·         Agar Lion Air mudah diingat oleh khalayak maka manajemen membuat simbol atau logo yang menjadi ikon dari Lion Air.
·         Membangun postioning merk.
·         Menciptakan citra merk.
·         Membangun kepercayaan.
Strategi membangun postioning merk, menciptakan citra merk dan membangun kepercayaan merupakan langkah yang harus diambil oleh manajemen Lion Air agar maskapai tersebut tetap menjadi maskapai pilihan khalayak. Reputasi yang buruk akibat penundaan dan pembatalan penerbangan dapat diperbaiki dengan desain pesan yang tepat.
Desain pesan yang tepat dalam upaya penyampaian pesan kepada calon penumpang Lion Air adalah dengan menggunakan penyusunan desain pesan eksposisi, yaitu penyusunan pesan dengan menyajikan argumentasi dan materi pendukung.
Agar pesan yang disampaikan dapat diterima sesuai dengan harapan komunikator maka pesan tersebut harus mengandung materi pendukung, misalnya dengan memberikan ilustrasi dari kendala yang terjadi di Lion Air. Ilustrasi dapat disajikan dengan menggunakan unsur visual sehingga memberi pengaruh yang kuat dan persuasif. Selain itu desain pesan juga menggunakan pendekatan emosional dan pendekatan rasional dengan memberikan argumentasi yang menyatakan bahwa manajemen Lion Air siap menerima sanksi apapun sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan.

3)      Aspek Pilihan Media.
Pemilihan media yang dapat dikontrol memberikan jaminan bahwa pesan dapat ditentukan sesuai keinginan perusahaan, dapat ditentukan waktu penyampaian pesan dan pesan dapat dirancang sehingga lebih terjamin keefektifannya. Selain itu pemilihan media juga mempertimbangkan berdasarkan tinggi rendah kemampuannya dalam membawa pesan dan tinggi rendahnya kadar kepercayaan public terhadap media tersebut.
Pilihan penggunaan media massa yang tepat pada wacana Lion Air adalah media elektronik. Hal ini karena media elektronik memiliki cakupan konsumen yang luas sehingga efektif untuk menjangkau semua lapisan masyarakat. sedangkan kekurangannya adalah feedback yang lambat sehingga sulit mendapatkan informasi tanggapan masyarakat tentang upaya yang dilakukan oleh Lion Air.
Untuk mengatasi feedback yang lambat, Lion Air juga dapat mengupayakan langkah penggunaan media lainnya seperti dengan menempatkan media sebagai perantara untuk menemui secara langsung calon penumpang (media one step flow of communication). Misalnya dengan mengadakan konferensi pers terkait penundaan dan pembatalan penerbangan dan upaya perbaikan serta bentuk tanggung jawab yang akan dilakukan.
Media massa memiliki efek atau dampak yang signifikan oleh sebab itu dibutuhkan konfirmasi atau penjelasan dari pihak manajemen Lion Air agar dapat mempersuasif calon penumpang, dalam hal ini media massa sebagai sumber informasi bagi calon penumpang dan juga bagi pihak manajemen (agent necessary for media effects). Dengan strategi ini akan menambah kesempatan pada media untuk memberitakan informasi sesuai sudut pandang pihak manajemen, selain itu komunikator bisa menyentuh emosi sekaligus pola pikir penumpang Lion Air.

MK. Komunikasi Antar Budaya
Sikap terbuka diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk menghindari konflik kepentingan. Keterbukaan dijadikan landasan/ dasar untuk melakukan interaksi dan komunikasi dimasyarakat. Sikap keterbukaan dapat diwujudkan dengan sikap saling memahami, menghormati, menghargai dan bekerjasama antar anggota masyarakat.
Keterbukaan dalam kasus penundaan dan pembatalan yang dilakukan oleh Lion Air merupakan prasyarat dalam menciptakan image positif dan dapat membantu pihak manajemen Lion Air untuk memperbaiki kredibilitasnya di mata audiens atau penumpang. Sebagai praktisi humas perlu menerapkan beberapa ciri sikap keterbukaan yang dapat menunjang kearah perbaikan manajemen, sikap tersebut antara lain :
1.      Trransparan atau terbuka dalam proses maupun pelaksanaan penyelesaian kasus Lion Air.
Sebagai praktisi humas yang mewakili pihak manajemen Lion Air saya akan menjelaskan aspek keterbukaan yang ditunjukkan melalui sikap kooperatif manajemen Lion Air kepada tim Direktorat Perhubungan Udara, terkait pemeriksaan SOP penanganan situasi krisis. Pihak Lion Air juga telah memenuhi panggilan Kementerian Perhubungan untuk menjelaskan keterlambatan dan pembatalan atas total 567 penerbangan di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk manajemen interaksi yang serius menangani masalah ini.

2.      Memiliki dasar atau pedoman dalam dialog maupun berkomunikasi.
Pada paragraf enam juga dijelaskan bahwa pihak Lion memenuhi panggilan kedua untuk menjelaskan SOP manajemen krisis yang mereka miliki. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum kejadian tersebut, manajemen Lion Air telah memiliki SOP manajemen krisis, hanya saja SOP tersebut dianggap belum sesuai dengan SOP yang dimaksud. Keterbukaan manajemen terhadap SOP yang telah ada, juga dapat membantu pihak manajemen Lion Air sendiri untuk memperbaiki standarisasi SOP yang telah ada. Dengan standarisasi SOP yang sesuai dengan Kementerian Perhubungan maka Lion Air dapat mencegah terulangnya masalah ini.

3.      Mau mengakui kelemahan dan kekurangan atas segala yang telah dilakukan.
Terkait wacana dapat dilihat pada paragraf sepuluh yang menjelaskan bahwa Direktur Airport Service Lion Air, Daniel Putut yang hadir dalam konferensi per situ menjelaskan, manajemen Lion Air siap menerima sanksi apapun sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap pelanggan.

4.      Mau bekerjasama dan menghargai orang lain.
Sikap bekerjasama ini sangat menunjang perbaikan SOP manajemen Lion Air dan juga dapat memperbaiki hubungan eksternal Lion Air. Hal ini pada wacana dapat dilihat pada paragraf tiga belas yang menyatakan “hari ini saya duduk bersama dengan pihak Angkasa Pura I dan II untuk menginventarisir berapa kerugiannya, jika kemudian pihak Angkasa Pura mengirimkan invoice pasti kami bayarkan”. Pernyataan tersebut merupakan itikad baik dalam menyelesaikan masalah dan juga merupakan sikap empati dari pihak Lion Air.
Keseriusan manajemen Lion Air mengatasi masalah ini sebagai sikap mendukung, juga ditunjukkan dengan fokus pada penyusunan SOP manajemen krisis agar peristiwa yang merugikan sekitar 155.000 pelanggan maskapai tersebut tidak terulang.
Sebagai praktisi humas, saya juga menjelaskan bahwa manajemen Lion Air akan membenahi beberapa item dalam sistem penanganan krisis dan melakukan perbaikan dari sisi pelayanan terbaik kepada pelanggan sebagai bentuk rasa percaya diri dari Lion Air, mampu mengatasi kendala dan mencegah kejadian tersebut terulang.
Pendekatan kepada khalayak, calon penumpang dan pemerintah yaitu dengan memberikan informasi sesuai yang dibutuhkan sehingga khalayak dan calon penumpang tetap memilih maskapai Lion Air sebagai transportasi udara yang diandalkan.
Komponen tindakan dalam strategi praktisi humas pada daya ekspresi dapat dilakukan untuk membangun kembali reputasi yang baik, dalam hal ini manajemen Lion Air juga melibatkan khalayak untuk memberikan feedback atas kinerja pelayanan, misalnya dengan menyediakan toll free phone dan website interaktif.
Sebagai praktisi humas, saya juga menerapkan strategi konfrontasi (aktivisme) dalam orientasi pada lawan bicara, yang berfokus pada komunikasi persuasif sehingga akhirnya khalayak memberi apresiasi pada manajemen Lion Air.

MK. Komunikasi Organisasi
Iklim bertahan (defensive climate) bersifat,
·         Evaluasi.
·         Kontrol.
·         Srtategi.
·         Kenetralan.
·         Keunggulan.
·         Kepastian.
Contoh bentuk iklim ini adalah ketika seseorang dinilai/ dikritik/ di evaluasi maka reaksi ilmiah yang akan muncul adalah perasaan terancam. Ketika dian merasa terancam maka kemungkinan dia akan memindahkan kesalahan dengan menyalahkan orang lain atau mengevaluasi orang lain secara negative atau memberikan alasan untuk merasionalkan perilakunya.
Dalam menangani kasus tersebut, Lion Air menggunakan iklim mendukung (supportiveness climate).
Iklim mendukung (supportiveness climate) bersifat,
·         Deskriptif.
·         Orientasi masalah.
·         Spontanitas.
·         Empati.
·         Kesamaan.
·         Provisonalisme.
Praktisi humas yang mewakili manajemen Lion Air perlu mendekripsikan atau menjelaskan secara runut kendala yang menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan, memberikan informasi SOP sebelumnya yang telah dimiliki sebagai upaya pencegahan yang pernah dilakukan. Lion Air sebagai maskapai terpercaya sudah menyiapkan standart operation untuk mencegah berbagai hal yang dapat merugikan penumpang. Kejadian diluar ekspektasi ini sangat disesali oleh Lion Air.
Pemecahan masalah merupakan orientasi kerja Lion Air, tim Direktorat Perhubungan dan Kementerian Perhubungan. Hal ini terkait hasil pemeriksaan yang direkomendasikan tim Direktorat Perhubungan dan Kementerian Perhubungan kepada Lion Air untuk membenahi sistem penanganan krisis.
Secara spontanitas tanpa upaya menyangkal (defensive) menerima pembekuan izin yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan merupakan wujud nyata sikap menghormati Lion Air atas kejadian ini dan untuk menonjolkan sikap kesamaan Lion Air patuh terhadap regulasi yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Sikap saling mendukung juga dilakukan dengan duduk bersama PT. Angkasa Pura I dan II serta mengganti kerugian senilai Rp 100 juta atas kerusakan berbagai fasilitas bandara yang dilakukan oleh calon penumpang sebagai bentuk empati dari Lion Air dalam menyikapi permasalahan penundaan dan pembatalan penerbangan.

Argumentasi Terkait Artikel “Duh...Lion Air Tak Punya SOP Manajemen Krisis.

Terkait Artikel “Duh...Lion Air Tak Punya SOP Manajemen Krisis.

1.      MK TEORI KOMUNIKASI.

Teori-teori yang menitikberatkan pada kekuatan audiens dalam menyeleksi informasi yang disampaikan melalui media massa, adalah uses and gratification, uses and effect, serta information seeking.  Dengan menggunakan teor-teori ini, maka audiens yang tidak mempunyai kepentingan dengan Lion Air, bukan pengguna pesawat terbang, tidak akan terpengaruh oleh pemberitaan tentang penundaan jadwal penerbangan besar-besaran yang dilakukan oleh Lion Air. Pilih salah satu teori tersebut, dan berikan argumen Anda.
Teori uses and effects.
·         Kebutuhan informasi hanya sebagai salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan media.
·         Merupakan hubungan antara pengguna dan hasilnya dengan memperhitungkan isi media.
·         Penggunaan media hanya dianggap sebagai faktor perantara dan hasil dari proses tersebut dinamakan efek.
·         Penggunaan media merupakan penyebab utama dari hasil, yang disebut konsekuensi.
·         Merupakan conseffects yaitu gabungan antara konsekuensi dan efek. Sebagian dari hasil disebabkan oleh isi yang mendorong pembelajaran (efek) dan sebagian lain merupakan hasil dari suatu proses penggunaan media yang secara otomatis mengakumulasikan dan menyimpan pengetahuan.
Kemungkinan orang-orang yang tidak terpengaruh oleh pemberitaan kasus Lion Air   terkait teori uses & effect yaitu, Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Direktur Keamanan Udara serta tim yang melakukan pemeriksaan terkait SOP penanganan situasi krisis.
Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Direktur Keamanan Udara serta tim pemeriksa SOP dalam hal ini hanya memiliki kebutuhan sebagai lembaga yang membantu mengevaluasi SOP yang dimiliki oleh Lion Air, agar peristiwa yang merugikan 155.000 pelanggan maskapai tersebut tidak terulang kembali namun tidak memiliki dampak secara langsung terkait masalah penundaan dan pembatalan penerbangan.
Informasi yang disampaikan tentunya mempertimbangkan isi media yang nantinya dikonsumsi oleh publik sehingga citra dan kinerja Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara dan Direktur Keamanan Udara serta tim pemeriksa SOP dapat dinilai positif oleh publik. Hal ini merupakan efek yang diharapkan sehingga penggunaan media dalam kasus Lion Air hanya sebagai faktor perantara yang digunakan untuk menginformasikan kepada publik.
Pembentukan tim penanganan SOP merupakan konsekuensi dari efek yang diharapkan, dalam teori uses & effects, hal ini merupakan conseffects dimana hasil dari pemeriksaan tim SOP digunakan sebagai rekomendasi untuk membenahi sistem penanganan krisis Lion Air.
2.      MK PERENCANAAN PROGRAM KOMUNIKASI.

Merencanakan program komunikasi yang tepat dalam menghadapi krisis penundaan dan pembatalan jadwal penerbangan yang dilakukan secara besar-besaran oleh Lion Air adalah dengan mempertimbangkan 3 aspek (peran komunikator, desain pesan dan pilihan media )
Jelaskan ketiga aspek tersebut dan berikan argument Anda,

1)      Aspek Komunikator.
Karakteristik Komunikator :
a.       Komunikator dengan citra diri khalayak.
-          Paternalistik : komunikator berorientasi pada audience/ khalayak.
-          Spesialisasi : komunikator bagian dari khalayak dan tahu pasti kebutuhan        mereka.
-          Profesionalisme : komunikator yang kompeten.
-          Ritualisme : komunikator sebagai alat membangun kebersamaan dengan khalayak.
b.      Komunikator dengan citra diri sendiri.
-          Orinetasi pragmatis : indikator kesuksesan komunikator adalah rating.
-          Orientasi keahlian : pengakuan atas keahlian oleh komunikator lain.
-          Orientasi organisasi : pencapaian visi dan misi organisasi sebagai indicator keberhasilan.
-          Orientasi masyakarat/ lingkungan : jika masyarakat mendapat manfaat dari kerja komunikator.
Aspek komunikator merupakan aspek terkait dengan perencanaan sumber yang perlu mempertimbangankan fungsi pesan yang akan disampaikan, antara lain :
a.       Fungsi sosial
Informasi yang disampaikan dapat diketahui oleh khalayak. Komunikator dalam wacana Lion Air adalah pihak manajemen Lion Air, yang memiliki peran sebagai penganjur (advocacy) atau praktisi humas, dalam usaha mempengaruhi calon penumpang agar dapat memaklumi atau memahami keterlambatan dan penundaan penerbangan di berbagai tempat di Indonesia.

b.      Fungsi ekspresi.
Permohonan maaf dan berjanji mengupayakan perbaikan manajemen dapat disampaikan oleh komunikator. Komunikator dengan citra khalayak (the communicators image of the audience) merupakan komunikator yang tepat dalam memahami keluhan calon penumpang Lion Air, dimana komunikator berorientasi kepada kepentingan khalayak dan memiliki rasa empati terhadap calon penumpang.
c.       Fungsi kontrol.
Fungsi ini adalah upaya mempengaruhi tingkah laku dan pemikiran orang lain sesuai dengan yang diinginkan. Tindakan yang dilakukan bersifat persuasif yang merupakan upaya Lion Air agar peristiwa yang terjadi tidak terus merusak reputasinya dimata calon penumpang maupun dimata khalayak luas.
d.      Fungsi informasi.
Memberikan pengetahuan atau informasi sesuai yang dibutuhkan juga merupakan aspek komunikator yang tepat sehingga calon penumpang dapat memahami situasi yang dihadapi oleh Lion Air, selain itu Dirjen Perhubungan selaku lembaga atau organisasi yang ditunjuk untuk membantu juga dapat memberikan hasil pemeriksaannya sehingga bisa memberikan rekomendasinya untuk membenahi sistem penanganan krisis Lion Air.

2)      Aspek Desain Pesan.
Strategi penyusunan pesan terdiri dari
a.       Strategi Merk (branding strategy)
-          Pemilihan nama atau symbol yang mewakili program.
Maskapai penerbangan Lion Air adalah nama maskapai yang digunakan sebagai sarana transportasi udara.
-          Menciptakan kesadaran dan identitas merk.
Agar Lion Air mudah diingat oleh khalayak maka manajemen membuat simbol atau logo yang menjadi ikon dari Lion Air.
-          Membangun postioning merk.
-          Menciptakan citra merk.
-          Membangun kepercayaan.
Ketiga strategi diatas, merupakan langkah yang harus diambil oleh manajemen Lion Air agar maskapai tersebut tetap menjadi maskapai pilihan khalayak. Reputasi yang buruk akibat penundaan dan pembatalan penerbangan dapat diperbaiki dengan desain pesan yang tepat.
Desain pesan yang tepat dalam upaya penyampaian pesan kepada calon penumpang Lion Air adalah dengan menggunakan penyusunan desain pesan eksposisi, yaitu penyusunan pesan dengan menyajikan argumentasi dan materi pendukung.
Agar pesan yang disampaikan dapat diterima sesuai dengan harapan komunikator maka pesan tersebut harus mengandung materi pendukung, misalnya dengan memberikan ilustrasi dari kendala yang terjadi di Lion Air. Ilustrasi dapat disajikan dengan menggunakan unsur visual sehingga memberi pengaruh yang kuat dan persuasif. Selain itu desain pesan juga menggunakan pendekatan emosional dan pendekatan rasional dengan memberikan argumentasi yang menyatakan bahwa manajemen Lion Air siap menerima sanksi apapun sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pelanggan.
3)      Aspek Pilihan Media.
Pemilihan media yang dapat dikontrol memberikan jaminan bahwa pesan dapat ditentukan sesuai keinginan perusahaan, dapat ditentukan waktu penyampaian pesan dan pesan dapat dirancang sehingga lebih terjamin keefektifannya. Selain itu pemilihan media juga mempertimbangkan berdasarkan tinggi rendah kemampuannya dalam membawa pesan dan tinggi rendahnya kadar kepercayaan public terhadap media tersebut.
Pilihan penggunaan media massa yang tepat pada wacana Lion Air adalah media elektronik. Hal ini karena media elektronik memiliki cakupan konsumen yang luas sehingga efektif untuk menjangkau semua lapisan masyarakat. sedangkan kekurangannya adalah feedback yang lambat sehingga sulit mendapatkan informasi tanggapan masyarakat tentang upaya yang dilakukan oleh Lion Air.
Untuk mengatasi feedback yang lambat, Lion Air juga dapat mengupayakan langkah penggunaan media lainnya seperti dengan menempatkan media sebagai perantara untuk menemui secara langsung calon penumpang (media one step flow of communication). Misalnya dengan mengadakan konferensi pers terkait penundaan dan pembatalan penerbangan dan upaya perbaikan serta bentuk tanggung jawab yang akan dilakukan.
Media massa memiliki efek atau dampak yang signifikan oleh sebab itu dibutuhkan konfirmasi atau penjelasan dari pihak manajemen Lion Air agar dapat mempersuasif calon penumpang, dalam hal ini media massa sebagai sumber informasi bagi calon penumpang dan juga bagi pihak manajemen (agent necessary for media effects). Dengan strategi ini akan menambah kesempatan pada media untuk memberitakan informasi sesuai sudut pandang pihak manajemen, selain itu komunikator bisa menyentuh emosi sekaligus pola pikir penumpang Lion Air.

3.      MK KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA.

Berdasarkan kajian komunikasi antar budaya, maka komunikasi yang efektif menyangkut aspek keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, kesetaraan, rasa percaya diri, kedekatan, manajemen interaksi, daya ekspresi, berorientasi pada lawan bicara.
Dalam kaitannya dengan wacana, pihak manajemen Lion Air harus mampu mengembangkan komunikasi yang efektif tersebut ketika menghadapi krisis  yang terjadi sehingga krisis tidak berkepanjangan dan semakin menurunkan kredibilitas Lion Air baik di mata penggunanya, masyarakat umum, maupun pemerintah. Seandainya Anda adalah praktisi humas yang mewakili pihak Lion Air, bagaimana Anda menjelaskan aspek keterbukaan terhadap peristiwa tersebut. Jelaskan argemen Anda.

Sebagai praktisi humas yang mewakili pihak manajemen Lion Air saya akan menjelaskan aspek keterbukaan yang ditunjukkan melalui sikap kooperatif manajemen Lion Air kepada tim Direktorat Perhubungan Udara terkait pemeriksaan SOP penanganan situasi krisis. Pihak Lion Air juga telah memenuhi panggilan Kementerian Perhubungan untuk menjelaskan keterlambatan dan pembatalan atas total 567 penerbangan di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk manajemen interaksi yang serius menangani masalah ini.
Keseriusan manajemen Lion Air mengatasi masalah ini sebagai sikap mendukung, juga ditunjukkan dengan fokus pada penyusunan SOP manajemen krisis agar peristiwa yang merugikan sekitar 155.000 pelanggan maskapai tersebut tidak terulang.
Sikap positif dengan menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan masalah dilakukan manajemen Lion Air dengan duduk bersama pihak PT. Angkasa Pura I dan II untuk menginventarisir kerugian atas kerusakan beberapa fasilitas bandara yang dilakukan oleh para calon penumpang. Lion Air juga berempati dengan membayar kerugian yang mencapai 100 juta.
Sebagai praktisi humas, saya juga menjelaskan bahwa manajemen Lion Air akan membenahi beberapa item dalam sistem penanganan krisis dan melakukan perbaikan dari sisi pelayanan terbaik kepada pelanggan sebagai bentuk rasa percaya diri dari Lion Air, mampu mengatasi kendala dan mencegah kejadian tersebut terulang.
Pendekatan kepada khalayak, calon penumpang dan pemerintah yaitu dengan memberikan informasi sesuai yang dibutuhkan sehingga khalayak dan calon penumpang tetap memilih maskapai Lion Air sebagai transportasi udara yang diandalkan.
Komponen tindakan dalam strategi praktisi humas pada daya ekspresi dapat dilakukan untuk membangun kembali reputasi yang baik, dalam hal ini manajemen Lion Air juga melibatkan khalayak untuk memberikan feedback atas kinerja pelayanan, misalnya dengan menyediakan toll free phone dan website interaktif.
Sebagai praktisi humas, saya juga menerapkan strategi konfrontasi (aktivisme) dalam orientasi pada lawan bicara, yang berfokus pada komunikasi persuasif sehingga akhirnya khalayak memberi apresiasi pada manajemen Lion Air.

4.      MK KOMUNIKASI ORGANISASI.

Iklim mendukung (supportiveness climate) dari suatu organisasi bermakna bahwa organisasi bersifat empati, saling mendukung, saling menghormati, berorientasi pada pemecahan masalah, dan menonjolkan kesamaan. Sebaliknya, iklim bertahan (defensive climate) lebih menitikberatkan pada evaluasi, represif, dan kontrol yang kuat.
Melihat krisis yang terjadi pada Lion Air dan cara Lion Air menangani kasus tersebut, Iklim mendukung ataukah iklim bertahan yang dilakuakn oleh Lion Air  elakan argument Anda terhadap pilihan tresebut!.

Iklim bertahan (defensive climate) bersifat,
·         Evaluasi.
·         Kontrol.
·         Srtategi.
·         Kenetralan.
·         Keunggulan.
·         Kepastian.
Contoh bentuk iklim ini adalah ketika seseorang dinilai/ dikritik/ di evaluasi maka reaksi ilmiah yang akan muncul adalah perasaan terancam. Ketika dian merasa terancam maka kemungkinan dia akan memindahkan kesalahan dengan menyalahkan orang lain atau mengevaluasi orang lain secara negative atau memberikan alas an untuk merasionalkan perilakunya.
Iklim mendukung (supportiveness climate) bersifat,
·         Deskriptif.
·         Orientasi masalah.
·         Spontanitas.
·         Empati.
·         Kesamaan.
·         Provisonalisme.
Dalam menangani kasus tersebut Lion Air menggunakan iklim mendukung (supportiveness climate).
Praktisi humas yang mewakili manajemen Lion Air perlu mendekripsikan atau menjelaskan secara runut kendala yang menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan, memberikan informasi SOP sebelumnya yang telah dimiliki sebagai upaya pencegahan yang pernah dilakukan. Lion Air sebagai maskapai terpercaya sudah menyiapkan standart operation untuk mencegah berbagai hal yang dapat merugikan penumpang. Kejadian diluar ekspektasi ini sangat disesali oleh Lion Air.
Pemecahan masalah merupakan orientasi kerja Lion Air, tim Direktorat Perhubungan dan Kementerian Perhubungan. Hal ini terkait hasil pemeriksaan yang direkomendasikan tim Direktorat Perhubungan dan Kementerian Perhubungan kepada Lion Air untuk membenahi sistem penanganan krisis.

Secara spontanitas tanpa upaya menyangkal (defensive) menerima pembekuan izin yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan merupakan wujud nyata sikap menghormati Lion Air atas kejadian ini dan untuk menonjolkan sikap kesamaan Lion Air patuh terhadap regulasi yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Sikap saling mendukung juga dilakukan dengan duduk bersama PT. Angkasa Pura I dan II serta mengganti kerugian senilai Rp 100 juta atas kerusakan berbagai fasilitas bandara yang dilakukan oleh calon penumpang.