Monday, January 16, 2017

TEORI KOMUNIKASI - PERSPEKTIF DALAM PENELITIAN

Littlejohn, dalam buku Theories of Human Communication membagi 3 aliran pendekatan :
1.      Pendekatan scientific ( ilmiah – empiris )
                                I.            Menstandarisasikan observasi
                              II.            Bertujuan mengurangi perbedaan pandangan
                            III.            Diluar diri peneneliti
                            IV.            Fokus pada dunia hasil temuan ( discovered world )
                              V.            Memperoleh konsensus
                            VI.            Pemisahan yang tegas antara known & knower
                          VII.            Sifatnya objektif
2.      Pendekatan humanistic ( humaniora interpretatif )
                                I.            Mengutamakan kreativitas individual
                              II.            Bertujuan memahami tanggapan dan hasil temuan
                            III.            Berada dalam diri peneliti
                            IV.            Fokus pada diri para penemunya ( discovered person )
                              V.            Tidak memisahkan antara known & knower
                            VI.            Sifatnya subjektif & interpretatif cocok utk mengkaji sistem nilai, kesenian, kebudayaan, pengalaman pribadi.
3.      Pendekatan social sciences ( ilmu-ilmu sosial )
Merupakan gabungan kedua pendekatan.

Berger & Chaffee, 3 pokok pikiran dalam ilmu komunikasi :
1.      Objek/ fokus pengamatanya adalah proses & pengaruh dari sistem tanda & lambang.
2.      Bersifat ilmiah empiris / scientific.
3.      Bertujuan menjelaskan fenomena sosial dari sistem tanda & lambang

Menurut Littlejohn, teori komunikasi dibagi 2 :
1.      Teori Umum ( general theoris )
a.      Teori fungsional dan struktural
                                            i.            Penekanan pada sistem sebgai struktur yang berfungsi
                                          ii.            Berkembang dari sosiologi & ilmu sosial lainnya, kajian pada struktur sosial & budaya
                                        iii.            Mementingkan synchrony ( stabilitas dalam kurun waktu tertentu )
                                         iv.            Memusatkan perhatian pada “sebab-akibat yang tidak diinginkan “ dari pada hasil yang sesuai tujuan.
                                           v.            Realitas pada dasarnya objektif dan independent ( bebas ), ,menggunakan metode pengamatan ( observasi ) empiris
                                         vi.            Bersifat dualistis, memisahkan bahasa & lambang dari pemikiran dan objek yang disimbolkan dalam komunikasi.
                                       vii.            Memegang prinsip  the correspondence theory of truth (teori kebenaran yang sesuai), bahasa sesuai dg realitas, simbol mempresentasikan secara akurat.
b.      Teori behavioral & cognitve
                                            i.            Berkembang dari psikologi & ilmu pengetahuan behavioralis lainnya
                                          ii.            Memusatkan pengamatan pada diri manusia secara individual
                                        iii.            Model  S – R ( stimulus – respon ) rangsangan – tanggapan
                                         iv.            Mengutamakan analisis variabel
c.       Teori konvensional & interaksional
                                            i.            Teori ini berpandangan bahwa kehidupan sosial merupakan sebuah proses interaksi yang membangun, memelihara serta mengubah kebiasaan tertentu termasuk bahasa & simbol.
                                          ii.            Dianggap sebagai alat perekat masyarakat.
                                        iii.            Berkembang dari aliran pendekatan “interaksionisme simbolis.
                                         iv.            Melihat struktur sosial sebagai produk dari interaksi
d.      Teori kritis & Interpretif
                                            i.            2 karakteristik umum :
ü  Penekanan terhadap peran subjektifitas yang didasarkan pada pengalaman individual
ü  Pengalaman dipandang sebagai pemahaman makna.
                                          ii.            Cenderung mengindari sifat2 prespektif dan keputusan absolut tentang fenomena yang diamati.
                                        iii.            Bersifat tentatif dan relatif.
2.      Teori Kontekstual ( contextual theoris )
a.      Komunikasi antarpribadi
b.      Komunikasi kelompok
c.       Komunikasi Organisasi
d.      Komunikasi Massa

4 Perspektif dalam ilmu komunikasi :
1.      Covering laws ( perspektif hukum )
Diperkenalkan oleh Dray. Berdasarkan prinsip sebab-akibat atau hubungan kausal. Dengan asas-asas :
a.      Teori berisikan penjelasan berdasarkan hukum umum
b.      Berdasarkan analisis keberaturan.
2.      Rules ( perspektif aturan )
3.      Systems ( perspektif sistem )
4.      Symbolic interactionism ( perspektif simbolik interaksionisme )

Perspektif dalam penelitian Komunikasi Kelompok :
1.      Muzafer Sherif
-          Memusatkan penelitiannya pada suatu fenomena yang disebut autokinesic light effect.
-          Penelitian ini menunjukan dalam situasi ketidakpastian orang menjadi tergantung kepada orang lain untuk mendapatkan panduan. ]
-          Kaitannya dalam membentuk & memiliki norma.
2.      Solomon Asch
-          Memfokuskan pada ‘tekanan’ kelompok dan konformitas.
-          Meneliti tekanan kelompok dan kecenderungan yang terjadi pada anggotanya untuk menyesuaikan diri dengan tekanan kelompok tersebut atau menghindarinya, dimana seseorang akan mengikuti pendapat kelompoknya walaupun itu berarti harus bertentangan dg informasi yang diperoleh melalui penginderaannya sendiri.
-          Tekanan kelompok juga memiliki pengaruh yang kuat dalam pengambilan keputusan dibidang politik dan pemerintahan.
Kesimpulan :
-          Hasil eksperimen Sherif & Asch menunjukan bahwa pengaruh kelompok memiliki efek yang kuat sekalipun dalam kelompok yang longgar yaitu orang2 yang belum pernah bertemu sebelum dilakukannya eksperimen.
-          Tampaknya kekuatan kelompok akan menjadi lebih besar pada kelompok primer, seperti keluarga atau kelompok kerja.
3.      Kurt Lewin
-          Menemukan teori mengenai ‘gate keeper’ dan dinamika kelompok.
-          Faktor yang berperan adalah diskusi kelompok solidaritas sosial, keputusan untuk bertindak dan persepsi mengenai konsensus kelompok.
-          Eksperimen berikutnya dilakukan oleh Edidth Bennett Pelz.
4.      Paul Lzarsfeld & rekannya ( Rosevelt & Willkie ) & Bemard Berelson & rekannya ( Truman & Dewey )
-          Tentang peranan kelompok dalam pembentukan sikap politik dalam kaitannya dengan pemilihan umum.
-          Media massa tidak terlalu berperan  dibandingkan dengan pengaruh antarpribadi atau pengaruh dari orang lain.
-          Sebagai tonggak bagi penemuan kembali faktor pengaruh personal.
-          Menunjukkan suatu kecenderungan yang kuat bahwa orang memilih kandidat yang sama seperti yang dipilih oleh kelompok primer.
-          Berelson menyebut kuatnya konsistensi sebagai ‘homogenitas politik dari kelompok primer’.

Pendekatan dalam Komunikasi Organisasi :
1.      Pendekatan Struktur & Fungsi Organisasi
-          Max Weber, inti teori mengenai birokrasi adalah konsep mengenai kekuasaan, wewenang & legitimasi.
-          6 Pandangannya mengenai birokrasi adalah :
                                            i.            Birokrasi didasarkan pada aturan yang memungkinkan diselesaikannya suatu persoalan.
                                          ii.            Birokrasi mengenal pembagian secara sistematis terhadap tenaga kerja.
                                        iii.            Esensi dari birokrasi adalah adanya penjenjangan (hierarki).
                                         iv.            Pimpinan diangkat berdasarkan kemampuan & pendidikan mereka.
                                           v.            Kebebasan mengalokasikan sumber yang ada
                                         vi.            Mensyaratkan pengelolaan arsip yang rapi.
-          Teori lainnya yang berhubungan dengan pendekatan struktur dan fungsi organisasi adalah teori sistem. Teori sistem menurut :
                                              i.            L  J James Heavy yaitu prosedur logis emosional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dg yang lain sebagai kesatuan dalam mencapai usaha yang ditentukan.
                                            ii.            John Mc Manama yaitu struktur konseptual yang tersusun dari fungsi yang saling berhubungan dan bekerja serta sebagai organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif & efesien.
-          Chester Barnard, bahwa organisasi hanya dapat berlangsung melalui kerjasama antarmanusia dan kerjasama adalah sarana kemampuan individu dipadukan guna mencapai tujuan bersama yg lebih tinggi.
-          Daniel Katz & Robert Kahn mengatakan bahwa sebagai suatu sistem sosial, organisasi memiliki keunikan guna memelihara berbagai masukan.
-          Hanya menekankan pada produktivitas dan penyelesaian tugas.

2.      Pendekatan Hubungan manusiawi ( Human Relations )
-          Chris Agrys, ketika kompetensi teknis tinggi maka kompetensi antarpribadi dikurangi. Oleh karena itu, munculnya pendekatan human relations merupakan kritik terhadap perspektif struktural fungsional.
-          Ada beberapa anggapan dasar dari pendekatan human relations, yaitu :
                                            i.            Produktivitas ditentukan oleh norma sosial bukan faktor psikologis.
                                          ii.            Imbalan yang bersifat non ekonomis untuk memotivasi karyawan.
                                        iii.            Reaksi karyawan lebih sebagai anggota kelompok daripada individu.
                                         iv.            Kepemimpinan mencakup aspek formal & informal.
                                           v.            Komunikasi sebagai fasilitator.
Pendekatan human relations  merupakan kritik terhadap perspektif struktural fungsional. Teori mengenai human relations dikenal dengan nama Empat Sistem Likert, yaitu :
                                            i.            Sistem explotatif authoritative, keputusan yang dibuat pemimpin tidak memanfaatkan atau memperhatikan umpan balik dari para bawahannya.
                                          ii.            Sistem benevolent – authoritative, hampir sama dengan sistem pertama hanya pimpinan memiliki cukup kepekaan terhadap kebutuhan para karyawan.
                                        iii.            Sistem consultative, pimpinan masih memegang kendali namun mereka juga mencari masukan-masukan dari bawah.
                                         iv.            Sistem participative management, memberi kesempatan pada karyawan untuk berpartisipasi penuh dalam proses pengambilan keputusan, mengarahkan bawahan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan motivasi dalam bekerja lebih baik.

3.      Pendekatan komunikasi sebagai suatu proses organisasi.
-          2 teori yang dikemukan oleh Carl Weick & Marshall Scoot Poole mengenai teori pengorganisasian serta teori strukturasi dalam oraganisasi yang merupakan hasil pemikiran Robert D McPhee.
-          Sebagai proses pengorganisasian. Teori pengorganisasian memandang organisasi bukan sekedar struktur atau kesatuan tetapi suatu aktivitas. Terdiri dari interaksi ganda yaitu tindakan – respons – tindakan penyesuaian.
4.      Pendekatan organisasi sebagai kultur.
-          Michael Pacanowsky & Nick O’Donnell – Trujillo,  ada 5 bentuk penampilan oraganisasi :
                                            i.            Ritual
                                          ii.            Hasrat (passion)
                                        iii.            Sosialitas
                                         iv.            Politik organisasi
                                           v.            Enkulturasi, proses mengajarkan budaya kepada para anggota organisasi.

Pendekatan dalam Komunikasi Massa
Pendekatan ini menggunakan Teori :
1.      Teori Agenda
-          Maxwell McCombs & Donald Shaw, bahwa audience tidak hanya mempelajari berita melalui media massa tetapi juga mempelajari cara media massa memberikan penekanan terhadap topik
-          Menawarkan suatu cara untuk mengabungkan temuan ini dg  kemungkinan terjadinya efek terhadap pendapat karena pada dasarnya yang ditawarkan adalah suatu fungsi belajar dari media massa.
2.      Teori dependensi
-          Mengenai efek komunikasi massa
-          Dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeach & Melvin L DeFluer.
-          Merupakan pendekatan struktur sosial yang berangkat dari gagasan mengenai sifat suatu masyarakat modern (massa).
-          Terdapat efek kognitif, Afektif, Behavioral
3.      Spiral of silence
-          Dikemukan oleh Elizabeth Noelle-Neuman
-          Bahwa individu pada umumnya berusaha menghindari isolasi dalam arti mempertahankan sikap atau keyakinan tertentu
4.      Infomation Gaps
-          Philip Tichenor, bahwa ketika arus informasi dalam suatu sistem sosial meningkat, maka mereka yang berpendidikan (status sosial ekonomi lebih baik) akan lebih mudah,lebih cepat & lebih baik dalam menyerap informasi dibandingkan mereka yang kurang berpendidikan dg status yang lebih rendah.
-          Ceiling effects artinya ada plafon atau batas tertentu dalam penyerapan informasi, terjadi jika potensi informasi mengenai suatu topik tertentu terbatas.

Audience & Pengaruhnya terhadap Komunikasi Massa
3 Pendekatan :
1.      Pendekatan Uses & Gratifications
-          Denis McQuail, memusatkan perhatian pada penggunaan isi media untuk pemenuhan kebutuhan seseorang.
-          Penggunaan media ditentukan oleh kebutuhan dasar individu.
2.      Uses & Effects
-          Dikemukan oleh Sven Windahl
-          Kebutuhan hanya salah satu dari faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan media.
3.      Information Seeking
-          Proses pencarian informasi : stimuli – perbandingan antara stimuli - tindakan

Pendekatan dalam Teori Komunikasi Nonverbal
1.      Pendekatan Etologi (Ethological Approach)
                                i.            Teori struktur kumulatif
                              ii.            Teori tindakan (action theory)

2.      Pendekatan Antropologis (Antropological Approach)
                                i.            Analogi Linguistik
                              ii.            Analogi Kultural

3.      Pendekatan Fungsional (Functional Approach)
                                  i.            Teori metaforis dari Mehrabian
                                ii.            Teori Equilibrium
                              iii.            Teori fungsional dari Patterson
                               iv.            Teori fungsional Komunikatif
Teori Komunikasi Verbal
1.      Pendekatan Natural ( Nature Approach )
2.      Pendekatan Nurtural ( Nurture Approach )
3.      Teori Fungsional tentang Bahasa ( General Sematics )
                                i.            Penggunaan simbol
                              ii.            Reaksi/ Respons
                            iii.            Identitas
                             iv.            Keterikatan pada ruang & waktu
                               v.            Multiordinalitas
                             vi.            Orientasi intensional & ekstensional
4.      Kontruktivisme : Pendekatan pesan dalam bahasa.

Pemikiran rules theories menekankan bahwa tingkah laku orang merupakan hasil dari penerapan aturan yang disepakati.

Sumber :

TEORI KOMUNIKASI SKOM4204

Monday, November 14, 2016

Syarat Menjadi Komunikator Handal - Perencanaan Program Komunikasi

Jelaskan beberapa persyaratan bagi komunikator yang handal?
      Komunikator adalah pihak yang mengirim pesan dalam proses komunikasi baik secara perorangan maupun kelompok.
         Sebagai seorang komunikator diharapkan dapat memberikan atau meyuguhkan isi pesan yang sesuai dengan kebutuhan komunikan/ khalayak. Penyajian serta cara penyampaian yang tepat diharapkan dapat memberikan dampak positif sesuai dengan perencanaan komunikasi. Bagi para perencana komunikasi perlu memikirkan cara terbaik untuk menampilkan sumber/ komunikator dengan karakter yang mampu meyesuaikan dengan komunikan.
       Menguasai materi bagi seorang komunikator adalah sebuah keharusan yang harus dikuasai sebelum meyampaikan isi pesan kepada audiens/ komunikan.
           Menurut Ruben dan Stewart, agar pesan dapat diterima oleh khalayak terdapat beberapa syarat yaitu,
1.      Proximity ( Kedekatan dengan khalayak )
Semakin tinggi tingkat kedekatan antara khalayak dengan komunikator maka diharapkan khalayak dapat lebih mudah untuk menerima isi pesan. Misalnya saja pada saat seorang dosen ilmu komunikasi Universitas Terbuka menyampaikan teori komunikasi kepada para mahasiswanya, tentunya isi pesan yang disampaikan akan diterima dengan baik oleh para mahasiswa Universitas Terbuka, hal ini akan terlihat berbeda jika yang meyampaikan teori tersebut berasal dari dosen bidang yang berbeda.
2.      Attractiveness ( Mempunyai kesamaan dan daya tarik social dan fisik )
Seorang komunikator harus dapat bersikap fleksibel terhadap khalayak. Ragam khalayak dengan segala tuntutan dan keingintahuannya harus dapat ditanggapi positif oleh seorang komunikator. Misal, adakalanya khalayak bersikap menyudutkan komunikator dalam bertanya, sebagai seorang komunikator yang handal harus dapat menyikapi dengan ramah, bersahabat, hangat dan berempati dalam setiap pertanyaan yang diajukan.
3.      Similarity ( Kesamaan )
Kesamaan ini umumnya antara lain, gender, pendidikan,umur, agama, latar belakang social, ras, hobi, dan kemampuan bahasa. Salah satu contoh similarity dapat kita lihat pada seorang pemandu akitifitas arung jeram. Sebagai seorang pemandu/ komunkator setiap instruksi yang diberikan kepada anggota arung jeram akan senantiasa diikuti, hal ini disebabkan latar belakang pemandu yang dianggap berpengalaman.

Komunikator memang hanyalah manusia biasa yang tidak lepas dari segala kekurangan, namun sebagai bagian dari perencanaan komunikasi, mempersiapkan komunikator yang handal sangat diperlukan agar isi pesan dapat lebih mudah diterima oleh khalayak atau komunikan.
Selain dari beberapa syarat yang telah disampaikan, ada beberapa pendukung guna komunikator dapat dikatakan handal dibidangnya yaitu,
1.      Dikenal kredibilitas dan otoritasnya.
Orang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas akan dipandang kredibel dan dapat dipercaya oleh khalayak. Misalnya saat terjadi bencana gunung meletus, maka prediksi dari BNPB ( Badan Nasional Penanggulangan Bencana ) dipercaya masyarakat dan pemerintah untuk mengantisipasi bencana tersebut.
2.      Menunjukan motifasi dan niat.
Cara komunikator menyampaikan pesan berpengaruh terhadap audiens dalam member tanggapan terhadap pesan tersebut.
3.      Pandai dalam cara penyampaian pesan.
Komunikator tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan yang luas namun seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa seorang komunikator harus bersikap fleksibel membaca situasi khalayak. Misalnya untuk mengatasi kejenuhan dalam menyampaikan isi pesan dapat diselingi dengan humor atau pertanyaan seputar isi pesan.
4.      Dikenal status dan kewenangannya.
Komunikator yang memiliki status dan kewenangan umumnya isi pesan yang akan disampaikannya akan lebih mudah diterima oleh khalayak. Misalnya ketika gubernur DKI Jakarta mengatakan pengusuran dibutuhkan untuk dilakukan dibeberapa daerah tertentu maka hal itu dianggap memang perlu dilakukan.

Dalam perencanaan komunikasi, komunikator merupakan salah satu ujung tombak keberhasilan dalam perencanaan. Oleh sebab itu memastikan kualitas komunikator sebelum mengirimnya kepada khalayak/ audiens amat diperlukan.
Dari segi kinerjanya, seorang komunikator harus pandai memilih pesan yang akan disampaikan kepada khalayak.
Dalam sebuah kampanye komunikasi, tidak hanya diperlukan “komunikator hebat” dengan segala atribut kredibilitasnya serta kepandaian menyampaikannya, tetapi juga membutuhkan “komunikator yang cerdas” yang memahami kemampuan dan kebutuhan target sasarannya dengan memilihkan pesan yang tepat untuk khalayak.


Sumber :

 Modul SKOM 4206 Perencanaan Program Komunikasi

Wednesday, October 5, 2016

Pengaruh Teknologi Satelit

Pengaruh teknologi satelit pada perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dapat dilihat dari beberapa sektor, yang pemanfaatannya sangat dibutuhkan.

Teknologi satelit merupakan perkembangan teknologi yang paling mutakhir saat ini karena teknologi ini bukan hanya untuk pemantauan saja tetapi juga digunakan untuk komunikasi dan penginderaan jarak jauh. Salah satu manfaat dari penggunaan satelit dapat dilihat dari penggunaan satelit LAPAN-A2/ LAPAN-Orari yang dimanfaatkan untuk keperluan pantauan bencana alam dan banjir. Dengan adanya satelit ini memudahkan dalam menginformasikan serta penanggulangan bencana. Selain itu pemanfaatan citra satelit dapat diperluas untuk bidang lain seperti eksplorasi kekayaan Indonesia. Dibidang pertanian misalnya, dapat dilihat dari manfaatnya dalam memperkirakan iklim dan fase pertumbuhan tanaman untuk pemantauan skala nasional.

Telekomunikasi dan media massa saat ini juga bergantung pada teknologi satelit dengan berbagai fasilitas komunikasi data. Dengan adanya satelit komunikasi dapat menerima, memperkuat sinyal suara, musik, TV, telepon, telegraf dari berbagai titik daerah, keluwesannya dapat mengatasi masalah jarak dan waktu.

Disektor kehutanan, manfaat citra satelit dapat dilihat dari kegunaannya dalam mengidentifikasi wilayah habitat satwa. Dengan adanya pencitraan satelit, memberikan informasi tentang keberadaan satwa dialam liar. Selain itu pemetaan kawasan unit-unit pengelolaan hutan guna mengetahui sumber daya hutan yang dapat dikelola dalam upaya tugas-tugas konservasi. Banyak informasi yang didapat disektor kehutanan berkat adanya satelit.

Guna mendukung pembangunan maritim, diperlukan teknologi satelit yang mampu memantau laut secara menyeluruh dan sistematik, salah satunya dengan melalui penginderaan jauh. Teknologi ini sangat bermanfaat untuk pemantauan sumber daya alam dilaut.

Skala mikro individu, masyarakat modern saat ini sangat bergantung pada gadget yang dalam operasionalnya juga menggunakan satelit.


Hampir disegala bidang saat ini dalam pengembangannya membutuhkan teknologi satelit, sehingga teknologi satelit sangat berperan dalam perkembangan teknologi dan komunikasi.

BUDAYA ORGANISASI

Budaya organisasi ini tentu memiliki peran besar dalam menentukan kesuksesan organisasi merealisasikan tujuan-tujuannya. Uraikanlah bagaimana peran sebuah budaya organisasi yang baik bagi kesuksesan sebuah organisasi mencapai tujuan-tujuannya!

Peran budaya organisasi  bagi kesuksesan sebuah organisasi dapat dilihat dari efesiensi dan produktivitas kinerja para karyawan atau pekerjanya. Pada kesempatan ini saya ingin mencontohkan budaya organisasi sebuah perusahaan riteil yang berkembang pesat yaitu Alfamart.

Alfamart didirikan oleh Djoko Susanto yang berawal dari usaha kecil keluarganya yang berdiri pada tahun 1999. Dengan visi, misi dan budaya yang diciptakan oleh perusahaan tersebut mampu menciptakan budaya organisasi yang baik bagi perusahaan. Dengan visi “ Menjadi jaringan distribusi ritel terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global “. Visi yang diciptakan memicu pengusaha kecil untuk turut serta dalam mengembangkan usahanya, sehingga dapat dilihat hampir disetiap lokasi terdapat alfamart. Budaya organisasi dari perusahaan ini menciptakan image dimasyarakat bahwa berbelanja kebutuhan dapat dipenuhi dengan mudah dan nyaman karena jarak yang relative dekat dengan pemukiman penduduk. Selain itu organisasi niaga ini juga berupaya menciptakan budaya organisasi yang positif bagi pekerja atau karyawan, dengan misinya memberikan kepuasan kepada pelanggan / konsumen dengan berfokus pada produk dan pelayanan yang berkualitas unggul. Organisasi ini juga memiliki motto “Belanja Puas, Harga Pas”. Budaya organisasi ini memberikan gambaran bahwa kepuasan pelanggan atau konsumen merupakan prioritas utama bagi perusahaan sehingga karyawan yang bekerja pun dituntut memberikan pelayanan yang terbaik.


Dari contoh perusahaan riteil alfamart dapat dilihat bagaimana budaya yang diciptakan oleh sebuah organisasi mampu membawa perusahaan mencapai kesuksesan. Dengan ditunjang manajemen yang baik, perusahaan dapat berkembang mencapai tujuan utamanya. Selain itu kebijakan yang diterapkan juga merupakan cerminan tujuan organisasi, seperti kebijakan yang konsisten secara internal maupun kebijakan dengan memberikan keleluasaan dalam pengambilan keputusan. Kebijakan juga harus dikomunikasikan kepada anggota organisasi. Hal ini dapat dilihat dengan tidak adanya demo atau unjuk rasa yang dilakukan oleh karyawan Alfamart. Budaya komunikasi yang baik dalam organisasi dapat menstabilkan kondisi lingkungan kerja, Kebijakan komunikasi menggambarkan suatu penempatan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi.