Tuesday, September 20, 2016

Analisis dengan Pendekatan Human Relations

Apabila pada suatu organisasi terjadi konflik yang disebabkan adanya pemberlakuan peraturan yang lebih mengenakkan segelintir karyawan karena mereka memiliki "hubungan khusus" dengan pihak top management, coba Anda analisis bagaimana organisasi tersebut memecahkan konflik yang timbul dengan pendekatan human relations.
Organisasai sebagai suatu keseluruhan adalah suatu system dari kelompok-kelompok yang saling berhubungan dan membentuk suatu jaringan kerja yang makro. Teori mengenai human relations lebih rinci dikemukan oleh Rensis Likert dan dikenal dengan nama Empat Sistem Likert, yaitu :
1.      Sistem exploitative authoritative adalah pimpinan menggunakan kekuasaan “tangan besi”. Keputusan yang dilakukan tidak memanfaatkan umpan balik dari bawahan atau karyawan.
2.      Sistem benevolent – authoritative adalah sama dengan system yang pertama, hanya saja pimpinan cukup memiliki kepekaan terhadap kebutuhan karyawan.
3.      Sistem consultative, pada sistem ini pimpinan masih memegang kendali namun juga mencari masukan dari karyawan.
4.      Sistem participative management, berbeda dari ketiga sistem sebelumnya karena sistem ini memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berpartisipasi penuh dalam proses pengambilan keputusan.
Aubrey Fisher (1990) mengatakan hal yang mendasari human relations adalah adanya kepentingan bersama ( mutual dignity ). Sedangkan Onong Uchjana Effendy membaginya dalam dua pengertian, yaitu :
1.      Arti luas, sebagai komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala situasi dan semua bidang kehidupan yang pada akhirnya dapat menimbulkan rasa kebahagiaan dan kepuasan.
2.      Arti sempit, sebagai komunikasi persuasif yang dilakukan seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam situasi kerja (work situation) dan dalam organisasi kekaryaan (work organization) dengan tujuan untuk menggugah kegairahan dan kegiatan bekerja dengan semangat kerjasama yang produktif dan bahagia serta puas.
Dalam human relations juga perlu diketahui prinsip yang menyertainya, antara lain :
a.       Importance of the individual
Setiap individu diperlakukan sebagai yang memiliki kepentingan.
b.      Mutual acceptance
Dalam organisasi harus bersatu saling menerima, saling menghargai dan saling menghormati.
c.       Common interst
Setiap individu dalam organisasi terikat kepentingan bersama.
d.      Open communication
Keterbukaan dalam organisasi menimbulkan saling pengertian yang baik.
e.       Partisipasi pegawai
f.       Local Identify
Memberikan pujian yang tepat kepada seseorang yang layak.
g.      Local decision
Memberi kewenangan untuk memecahkan sendiri masalahnya.
h.      High moral standart,
Kebenaran dan keadilan mengenai suatu tindakan dapat disebut benar dan asli bila berdasarkan moralitas dan hak asasi manusia.
      Dari konflik organisasi niaga yang sering terjadi adalah perbedaan asumsi individu. Setiap karyawan memiliki persepsi yang berbeda mengenai kedekatan dengan pihak top management. Dari prinsisp human relations, sebenarnya dapat dikatakan sebagai Local Indentify, dimana kedekatan terjalin karena pihak top management menilai dan memberikan pujian atas kinerja pekerja yang memiliki  potensi besar dalam organisasi, baik berupa pujian, reward, kenaikan gaji atau promosi lainnya Perbedaan inilah yang sering menjadi pemicu konflik dalam organisasi. Dibutuhkan pertimbangan yang baik dalam mengambil keputusan. Dimana top management harus menyeimbangkan prinsip human relations lainnya seperti high moral standart yaitu memberikan hak yang sama kepada semua karyawan yang memang memiliki kinerja yang baik, seperti sistem terbuka atau system school. Sistem ini menekankan pada fungsi integrasi dan koordinasi pada proses, baik didalam maupun diantara organisasi. Konflik dapat diminimalisir jika organisasi bersikap terbuka ( open communication ) terhadap kriteria yang akan mendapatkan local indentify sehingga tiap karyawan dapat bersaing sehat guna mendapatkan pujian, reward, promosi atau hal lain yang dapat mendorong kinerja karyawan.
 Jika ditelisik hal ini juga berkaitan dengan prespektif dalam komunikasi organisasional, yaitu Scientific Management School. Perspektif ini menilai pandangan mekanistik tentang perilaku manusia dimotivasi secara ekonomi, dan akan merespon maksimum bila penghargaan materi diberikan sesuai dengan prestasi kerjanya. Setiap karyawan berharap mendapatkan penghargaan atas kinerjanya namun penilaian berada di top management. Open communication dalam organisasi menimbulkan pengertian yang baik antar pekerja sehingga tetap terjalin pengertian dan saling menerima terhadap keputusan yang diberikan pihak top management ( mutual acceptance ).
Salah satu contoh ilustrasi dari konflik ini misalnya, konflik yang terjadi pada karyawan yang bekerja di salah satu Kantor Pelayanan Pajak ( KPP ). Dalam rangka mensukseskan program pengampunan pajak ( tax amnesty ) sebagian Account Representative ( AR ) di masing-masing  KPP dipilih untuk memberikan informasi kepada para Wajib Pajak. Account Representative memiliki tugas :
1.      Melakukan pengawasan kepatuhan perpajakan Wajib Pajak
2.      Bimbingan /himbauan dan konsultasi teknis perpajakan kepada Wajib Pajak
3.      Penyusunan profil Wajib Pajak
4.      Analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka intensifikasi
5.      Melakukan evaluasi hasil banding berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Pemilihan AR ini berdasarkan kinerja, pengalaman dan pengetahuan yang mendalam mengenai perpajakan. Untuk AR yang tidak terpilih hal ini dianggap sebagai bentuk “hubungan khusus” dengan top management. Namun Direktorat Jenderal Pajak ( DJP ) sebagai lembaga yang berwenang memberikan dan menargetkan bagi AR yang memiliki prestasi baik di masing-masing Kantor Pelayanan Pajak sehingga “isu” “hubungan khusus” dapat diartikan sebagai motivasi bagi karyawan untuk dapat bekerja lebih baik dan meningkatkan kualitas pemahaman dan pengetahuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jika dilihat hal ini berkaitan dengan dimensi analistis dalam fungsi komunikasi. Richard Farance, menekankan tiga fungsi yaitu produksi, inovasi dan pemeliharaan. Produksi mengacu pada pengarahaan, koordinasi, dan control terhadap aktivitas organisasi. Inovasi membangkitkan atau mendorong perubahan dan gagasan baru dalam system. Sedangkan pemeliharaan diartikan untuk melindungi nilai-nilai individual dan hubungan antarpribadi yang dibutuhkan untuk mempertahankan sistem.
            Dalam organisasi human relations (hubungan manusiawi) dan leadership (kepemimpinan) atau top management merupakan hubungan yang dapat menunjang suasana dan efektifitas lingkungan organisasi juga sangat berperan dalam kesuksesan seorang pemimpin dalam mengelola organisasi dan mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. Ada beberapa anggapan dasar dari pendekatan human relations, yaitu :
1.      Produktivitas ditentukan oleh norma social bukan faktor psikologis
2.      Seluruh imbalan yang bersifat nonekonomis, sangat penting untuk memotivasi karyawan
3.      Karyawan biasanya memberikan reaksi terhadap suatu persoalan lebih sebagai anggota kelompok daripada individu
4.      Kepemimpinan memiliki peranan yang sangat penting dan mencakup aspek-aspek formal dan informal
5.      Penganut aliran human relations menganggap komunikasi sebagai fasilitator penting dalam proses pembuatan keputusan.
Umumnya organisasi saat ini sudah meluaskan gambaran mengenai sikap kedekatan, dimana top management maupun karyawan berusaha memiliki hubungan murni sebagai professional kerja. Dalam hubungan kerja seorang atasan atau pimpinan memahami kendala yang dialami bawahannya, walaupun tidak selalu sependapat namun berusaha bersikap menghargai perbedaan agar tercipta kepentingan bersama dalam keberhasilan pekerjaan.


Daftar Pustaka :
Modul SKOM 4329 Komunikasi Organisasi
Modul SKOM 4204 Teori Komunikasi

http://www.ortax.org/ortax/?mod=forum&page=show&idtopik=45560

Saturday, April 2, 2016

Metodologi dan Analisa Komunikasi dalam Laporan Keuangan

Dalam proposal/usulan penelitian yang merupakan Tugas I, Anda lengkapi dengan Metodologi penelitian yang meliputi:
1. Populasi & teknik samplingnya! Sampling disini maksudnya adalah bagaimana saudara memilih responden yang akan diambil datanya dari suatu populasi penelitian.
Metodologi penelitian memiliki pengertian sebagai cara kerja untuk dapat memahami suatu objek penelitian.
Responden dalam tugas 1 saya ( Komunikasi dalam Laporan Keuangan ) adalah klien atau perusahaan yang memerlukan bantuan jasa laporan keuangan. Laporan keuangan sebagai variable bebas ( independent variable ) pada dasarnya adalah jumlah keseluruhan keuangan yang diperoleh perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam menyusun laporan ini adalah metode deskriptif yaitu suatu bentuk pengumpulan data yang bertujuan menggambarkan, memaparkan suatu keadaan atau masalah dari data yang diambil analisa kebenarannya.
Menurut Sugiyono ( 2005 : 21 ) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisa suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang luas.
Dalam menentukan klien tidaklah memiliki kriteria tertentu, namun lebih bergantung pada kebutuhan klien. Misalnya perusahaan F, membutuhkan laporan keuangan tidak hanya dalam bentuk hasil akhir atau omset dari perusahaan tersebut tetapi juga pada berapa besar kisaran pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Baik pajak orang pribadi ( OP ), pajak atas penghasilan karyawan ( PPh pasal 21 ) atau pun pajak lainnya yang dibutuhkan.
Menentukan klien juga bergantung pada tingkat kesulitan dari laporan keuangan itu sendiri. Misalnya laporan keuangan bank, akan memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan laporan keuangan dari sebuah perusahaan berskala kecil. Selain itu ‘fee’ atau pendapatan atas jasa keuangan juga menentukan kerjasama tersebut akan berlangsung atau tidak.   Kerjasama akan berlangsung jika kedua belah pihak ( Akuntan dan klien ) memiliki kesepakatan kerja sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama.
2. Bagaimana cara mengumpulkan datanya?
Teknik pengumpulan data dalam komunikasi laporan keuangan dapat berupa observasi atau analisis langsung dan melakukan tanya jawab kepada narasumber, klien atau perusahaan yang bersangkutan. Penelitian ini merupakan pengukuran variable yang menggunakan skala rasio karena data yang diukurnya berupa nilai atau jumlah.
Catatan atas laporan keuangan perusahaan, memberikan penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan, kebijakan akuntansi yang diterapkan, penjelasan dari akun-akun laporan keuangan dan informasi penting lainnya.
3. Variabel dan indikator data apa yang akan dicari/dikumpulkan?
Menurut Nazir ( 1988: 64-65 ) mengemukakan bahwa ditinjau dari jenis masalah yang diselidiki, teknik dan alat yang digunakan, serta tempat dan waktu maka penelitian deskriptif dibagi menjadi beberapa jenis. Penelitian komunikasi dalam laporan keuangan menggunakan jenis metode deskriptif kesinambungan yaitu penelitian yang dilakukan secara terus menerus atas suatu objek penelitian.
Data yang dikumpulkan harus berkesimambungan dengan data tahun sebelumnya sehingga laporan keuangan dapat mengkomunikasikan atau menggambarkan keadaan perusahaan dari tahun sebelumnya hingga tahun berjalan ( penghitungan laporan keuangan saat ini ) hingga dapat dikatakan valid penghitungannya.
Data yang dikumpulkan dapat berupa :
1.      Data bank yaitu data pemasukan maupun pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan melalui transaksi bank.
2.      Data cash atau kas kecil yaitu pencatatan yang dilakukan secara manual oleh sub bagian dalam perusahaan.
3.      Data PPn Masukan serta PPn keluaran adalah data pajak yang dikenakan kepada objek pajak ketika melakukan penjualan maupun pembelian terhadap barang kena pajak atau jasa kena pajak.
4.      PPh Pasal 21 yaitu data pemotongan pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorium, tunjangan dan pembayaran lain sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh wajib pajak.
5.      PPh Pasal 23 yaitu data pajak yang dipotong atas pengahasilan dari modal, penyerahan jasa, selain yang telah dipotong PPh Pasal 21.
Selain data diatas, beberapa data lain juga dibutuhkan, kelengkapan data bergantung pada kebutuhan klien atas laporan keuangan diinginkan.
4. Bagaimana cara menganalisisnya? Cara menganalisa data suatu perusahaan
Untuk menganalisa data laporan keuangan suatu perusahaan dapat dianalisis dengan memperbandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih. Misalnya laporan keuangan PT. F tahun 2013, 2014, dan 2015. Selain itu analisa kemajuan keuangan dari perusahaan juga dapat dilihat dari akun-akun yang digunakan untuk dijadikan perbandingan dengan tahun sebelumnya. Hal ini dapat dicontohkan pada neraca dalam laporan keuangan, yang salah satunya terdapat asset lancar, yaitu kas dan setara kas. Untuk menganalisanya maka dapat dilakukan dengan cara membandingkan kas dan setara kas pada tahun 2013 dengan tahun 2014 atau tahun 2014 dengan tahun 2015. Begitu juga pada liabilitas, terdapat hutang yang dapat mengkomunikasikan perbandingan besaran hutang pada tiap periode tahunnya.
Pada dasarnya mengkomunikasikan laporan keuangan dimaksudkan sebagai alat bantu bagi manajemen untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan sehingga dapat menentukan kebijakan atau langkah-langkah keuangan yang tepat. Sedangkan bagi pemodal atau kreditur laporan keuangan perusahaan dapat dipakai sebagai alat pengambilan keputusan untuk melakukan investasi.
Sumber :
Modul SKOM 4436 Metode Penelitian Komunikasi
http://finnlandchaniago.blogspot.co.id/2016/03/mengkomunikasikan-pesan-non-verbal.html

Thursday, March 31, 2016

APLIKASI JENDELA JOHARI

Setiap individu memiliki persepsi sendiri dalam menilai dirinya sendiri maupun dalam menilai orang lain. Ketika individu menilai positif dirinya maka hal tersebut mempengaruhi mental maupun kepercayaan dirinya sehingga akan menentukan komunikasi interpersonal dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dicontohkan pada kasus ‘bully’ yang terjadi pada sebagian individu. ‘bully’ berdampak pada menurunnya kepercayaan diri seseorang, secara psikologis individu yang mengalami ‘bully’ merasa dirinya rendah dibandingkan orang lain, merasa dirinya tidak mampu melakukan sebaik orang lain, sehingga memiliki konsep diri negative. Jika hal ini berlangsung terus menerus akan mempengaruhi keyakinan dalam berkomunikasi. Namun jika mampu merubah persepsi tentang diri sendiri dan memotivasi diri maka penilaian social pun akan berubah sehingga komunikasi interpersonal dapat berjalan lebih baik dan berdampak pada keberhasilan dalam berkomunikasi. Dalam dunia kerja misalnya, sebagai seorang karyawan dituntut tidak hanya dapat bekerja dengan baik namun juga mampu atau berani menyalurkan pendapatnya untuk memberikan masukan guna membangun perusahaan. Jika individu memiliki konsep diri negative maka akan menghambat prestasi kerja.
Model Jendela Johari merupakan pembagian dalam diri individu. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan diri dalam memahami diri sendiri maupun orang lain. Ada hal yang tanpa disadari oleh diri sendiri dapat menghambat ataupun jika ditingkatkan dapat memperbaiki komunikasi interpersonal. Jendela Johari membaginya dalam 4 bagian.
                                i.            Jendela 1 atau Open Self ( Daerah Terbuka )
Menyajikan informasi, perilaku,sifat, perasaan, keinginan, motif dan ide seseorang. Pada jendela ini, umumnya individu berusaha membuka diri terhadap orang lain. Misalnya komunikasi yang terjadi Anisa dan Nina ditempat mereka bekerja. Sebagai rekan kerja tentunya mereka akan saling membuka diri tentang sifat maupun hal-hal yang mereka sukai ataupun tidak. Jika daerah Open self ini semakin terbuka maka kedekatan dalam komunikasi interpersonal akan semakin baik dan meningkatkan kedekatan antar individu.

                              ii.            Jendela 2 atau Blind Self ( Daerah Buta )
Ini meliputi hal yang diketahui oleh orang lain namun tidak diketahui oleh diri kita sendiri. Dalam diri setiap individu terdapat hal yang tanpa disadari disukai atau pun tidak oleh orang lain. Contohnya ketika sedang bercanda dengan rekan kerja, tanpa disadari kata-kata yang terlontar dianggap menyinggung perasaan lawan bicara. Candaan yang awalnya untuk menghibur namun diucapkan dengan kata-kata yang kasar sehingga lawan bicara menganggapnya sebagai seseorang yang bermulut tajam. Jika ruang blind self ini semakin terbuka maka komunikasi interpersonal akan terganggu. Orang lain perlahan akan menjauhi karena dianggap sebagai pribadi yang tidak menyenangkan.

                            iii.            Jendela 3 atau Hidden Self ( Daerah Tersembunyi )
Ruang atau daerah tersembunyi ini merupakan hal yang kita ketahui namun tidak diketahui oleh orang lain. Daerah ini meliputi hal-hal yang dianggap privasi atau pribadi. Misalnya masalah keluarga, kondisi keuangan, riwayat sakit tertentu, status dalam keluarga dll. Dalam kehidupan sehari-hari tidak semua hal dapat dikomunikasi dengan lawan bicara, hal yang dianggap pribadi seringkali kita simpan untuk diri sendiri ataupun hanya orang terdekat saja yang mengetahui. Jika daerah tersembunyi ini semakin terbuka maka individu tersebut akan semakin tertutup dari lingkungan.

                            iv.            Jendela 4 atau Unknow Self ( Daerah tidak diketahui )
Jendela ini merupakan bagian yang tidak diketahui oleh siapapun baik diri dan orang lain. Jika ruang unknow self ini semakin terbuka maka individu kurang memahami diri sendiri maupun orang lain.


Kondisi yang ideal untuk jendela Johari tersebut adalah kondisi dimana individu mampu menempatkan dirinya dengan baik. Mengupayakan mengenali diri sendiri sebagai sarana yang baik untuk membangun komunikasi interpersonal. Individu memiliki kemampuan kemampuan untuk mengubah ataupun mengembangkan diri. 

Tuesday, March 29, 2016

PERBANDINGAN SISTEM KOMUNIKASI

Sistem komunikasi nonmedia merupakan system komunikasi yang tidak menggunakan media sebagai perantara dalam sosialisasinya. Umumnya dimasyarakat menggunakan komunikasi nonmedia dalam keseharian karena hal ini yang dapat meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan.  Sedangkan system komunikasi bermedia dapat dilihat dari penggunaan media sebagai perantaranya. Misalnya media pers, media cetak mau pun media penyiaran. Sistem komunikasi bermedia yang saat ini berlangsung terbuka namun masih disisipi berbagai kepentingan pihak-pihak tertentu. Media menjadi lahan yang efektif untuk mengakomodir kepentingan tertentu dengan segala akses kemudahannya.

Sebagai makhluk yang berakal public memang tidak lagi menerima pesan bermedia secara langsung namun dengan pertimbangan tersendiri. Komunikasi bermedia diharapkan dapat memberikan informasi yang berimbang, bermanfaat serta mendidik.  

Media sebagai fungsi komunikasi yang menginformasikan kepada khalayak luas, sudah seharusnya menginformasikan segala bentuk hal yang terjadi dilingkungan,.baik secara media cetak maupun penyiaran. Misalnya saja media penyiaran radio. Media ini digunakan secara ‘mobile’ oleh penggunanya. Informasi yang diberikan sekitar lingkungan mulai dari arus lalu lintas hingga informasi penting lainnya. Ini berkaitan dengan fungsi media sebagai ‘surveillance’ dan monitoring.

Publik sebagai objek penerima informasi dari komunikasi bermedia juga mengharapkan penyiaran yang mendidik. Saat ini menurut pendapat saya, masih banyaknya media yang mengesampingkan informasi yang mendidik. Mendidik dalam arti memberikan pemaknaan yang signifikan terhadap fakta tertentu.

Agar informasi yang diterima public berimbang antara kepentingan dan fakta yang terjadi diperlukan wadah bagi public untuk memberikan opininya. Misalnya acara talk show yang digelar media penyiaran, biasanya menghadirkan para tokoh politik, social, ekonomi dan budaya. Personal yang berkompeten untuk memberikan opininya guna mengkritik atau pun memberikan masukan serta memberikan pembelaan atas fakta tertentu. Ruang opini public ini amat diperlukan sebagai bentuk demokrasi dalam komunikasi.

HUBUNGAN SISTEM KOMUNIKASI DENGAN SISTEM SOSIAL & SISTEM POLITIK DI INDOENSIA


Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.

Pengertian komunikasi menurut Onong Uchana Effendy adalah suatu proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk memberitahu, mengeluarkan pendapat, mengubah pola sikap atau perilaku baik langsung maupun tidak langsung.

Sistem komunikasi merupakan komponen yang digunakan untuk proses penyampaian pesan dengan maksud untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Sebagai suatu system komunikasi tidaklah dapat berdiri sendiri namun perlu ditunjang oleh system lainnya. Salah satunya dengan system social. System social adalah suatu system yang berlangsung dimasyarakat dan digunakan dalam keseharian. Aktivitas adalah wujud suatu tindakan dari system social. Sebagai system social tentunya memiliki proses-proses didalamnya yang terdiri dari :
1.      Komunikasi
2.      Memelihara tapal batas
3.      Penjalinan system
4.      Sosialisasi
5.      Pengawasan social
6.      Pelembagaan
7.      Perubahan social.

Menurut Margono Slamet, system social dipengaruhi oleh ekologi, demografi, kebudayaan, kepribadian, waktu, sejarah dan latar belakang.
Hubungan antara system komunikasi dengan system lainnya adalah
1.      Sistem komunikasi dipengaruhi oleh system social.
Sistem social yang berlangsung didalam masyarakat menjadikan system komunikasi berjalan sesuai dengan kebiasaan yang berlaku dimasyarakat oleh sebab itu system komunikasi setiap pelaku masyarakat berbeda-beda. Indonesia dengan keragaman suku bangsanya, tentu memilki banyak ragam system komunikasi.
2.      Sistem komunikasi dipengaruhi oleh sistem politik.
Sistem politik adalah kumpulan pendapat-pendapat yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain yang berguna untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur hubungan antar individu atau denga negara dan hubungan negara dengan negara lainnya.

Perbedaan pandangan politik antar individu maupun antar negara menyebabkan system komunikasi berjalan sesuai dengan kepentingan pihak terkait. Misalnya system politik di Indonesia akan berbeda dengan negara lainnya. Oleh sebab itu system komunikasi bersifat relative karena bergantung dari system politik yang berlaku dinegara tersebut.    

Sunday, March 27, 2016

Mengkomunikasikan pesan non verbal dalam bentuk Laporan Keuangan

Topik Penelitian
Mengkomunikasikan pesan non verbal dalam bentuk Laporan Keuangan.
Judul Penelitian
KOMUNIKASI DALAM LAPORAN KEUANGAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Penelitian
 Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi ( ide, gagasan, pesan, dari satu pihak kepada pihak lain ). Komunikasi dapat dilakukan secara verbal dan non verbal. Informasi merupakan hal yang sangat penting dalam manajemen suatu perusahaan. Dimana informasi yang akurat dibutuhkan untuk kemajuan perusahaan. Jika informasi dikomunikasikan dengan benar, baik secara verbal maupun non verbal yang disajikan dalam bentuk data suatu perusahaan maka akan menghasilkan suatu laporan keuangan yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan.
            B. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk komunikasi dalam laporan keuangan sebuah perusahaan. Bagaimana suatu laporan keuangan mengkomunikasikan keadaan atau kondisi keuangan suatu perusahaan. Mapan atau tidaknya suatu perusahaan dapat dilihat dari kondisi laporan keuangan yang disajikan dengan akurat.

            C. Manfaat Penelitian
Jika individu mampu berkomunikasi dengan baik dalam suatu perusahaan tentunya hal ini dapat menunjang kinerja dalam bekerja. Komunikasi yang dilakukan secara non verbal dalam bentuk data laporan keuangan yang disajikan dengan akurat akan sangat membantu untuk kemajuan perusahaan. 
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Laporan keuangan merupakan pencatatan keuangan dari suatu perusahaan pada masa periode akutansi tertentu yang berguna untuk melihat perkembangan atau kemajuan keuangan suatu perusahaan. Pencatatan ini umumnya dapat dilihat dari neraca (asset, liabilities, equity), laba rugi,  dan arus kas pada laporan keuangan perusahaan.
Laporan yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan dalam perusahaan tentunya diperlukan sehingga laporan tersebut dapat mengkomunikasikan kepada pemilik, pemegang saham atau kreditur tentang aktivitas keuangan.
Seorang akuntan atau pembuat laporan keuangan akan mengkomunikasikan bahwa laporan yang dibuat tercantum apakah sebagai pendapatan atau beban dan benar-benar terjadi selama periode akuntasi. Selain itu tersedia kelengkapan semua transaksi dan akun-akun yang seharusnya tercatat dalam laporan keuangan. Hal ini berguna untuk menghindari hilangnya transaksi sehingga laporan tidak akurat. Dalam mengkomunikasikan laporan keuangan juga harus valid dan terukur. Tak hanya memastikan kelengkapan data atau akun yang akan digunakan tetapi juga memastikan apakah aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan atau beban telah dicantumkan dalam laporan keuangan dengan jumlah yang tepat.
 Mengkomunikasikan laporan keuangan diperlukan klasifikasi dan uraian yang diungkapkan secara tepat. Pengungkapan berhubungan dengan apakah informasi dalam laporan keuangan termasuk catatan yang terkait telah dijelaskan secara gambling tentang hal-hal yang dapat mempengaruhi penggunanya.
Dengan data-data tersebut seorang akuntan dapat mengkomunikasikan serta memberi pertimbangan atau masukan kepada pemegang saham, pemilik atau kreditur tentang langkah-langkah yang sebaiknya diambil untuk memajukan keuangan perusahaan.
Berikut contoh laporan keuangan suatu perusahaan.













 Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi

http://archive.kaskus.co.id/thread/16468692/0/data-laporan-keuangan-laporan-tahunan-emiten-bei-mulai-thn-2003

Hubungan Buruh-Pimpinan Perusahaan di Indonesia: Upaya Meningkatkan Kualitas Komunikasi Organisasi.

Buruh merupakan pekerja yang menggunakan tenaga untuk mendapatkan balasan berupa upah atau gaji. Buruh memiliki organisasi yang dikenal dengan nama Serikat Buruh / Serikat Pekerja, organisasi ini bertujuan untuk membantu menyelesaikan konflik yang mungkin timbul terjadi antara pekerja dan pimpinan perusahaan serta membela, melindungi hak dan kepentingan pekerja juga untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Organisasi buruh diatur dalam UU Tenaga Kerja tahun 2003 no. 17 yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja yang bersifat terbuka, bebas, dan demokratis.
Perusahaan yang mempekerjakan para buruh juga memiliki lembaga yang membantu menyelesaikan permasalahan, salah satunya dengan pembuatan perjanjian kerjasama. Lembaga ini dikenal dengan APINDO ( Asosiasi Pengusaha Indoensia ).
Buruh dan perusahaan sering kali terjadi konflik yang disebabkan perbedaan kepentingan, buruh sebagai pekerja mengharapkan kesejahteraan untuk diri dan keluarga sedangkan perusahaan mengharapkan laba atau keuntungan maksimal dari perusahaan yang dikelolanya. Dibutuhkan jalan tengah agar kedua belah pihak mendapatkan tujuannya masing-masing. Komunikasi yang baik memicu solusi yang tepat tanpa merugikan pihak mana pun.
Pada kesempatan ini saya ingin mengangkat satu artikel yang meliput tentang tuntutan buruh wanita yang dilakukan dihari Perempuan Internasional.
Liputan6.com, Jakarta - Ribuan buruh dari Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), SGBN (Sentral Gerakan Buruh Nasional), dan GEMPA (Gerakan Perempuan Melawan Ketimpangan) menggelar longmarch dari patung kuda jalan Merdeka Selatan hingga jalan Merdeka Barat. Para buruh ini memerahkan jalanan menuju Istana Merdeka. 
Mereka turun ke jalanan untuk memperingati 
hari perempuan internasional. Namun, aksi ini dihalangi polisi saat ingin mencapai Istana Merdeka.
"Kami tak ingin ada tindakan represif dan intimidasi, kami hanya menginginkan suara ini didengar," ujar salah seorang Koordinator Aksi dari KASBI, Komandan Jack kepadaLiputan6.com, di Jalan Merdeka Barat, Selasa (8/3/2016).
Buruh yang tergabung dalam KASBI ini berasal dari berbagai daerah, juga dari berbagai perusahaan. Mereka menuntut hak-hak buruh perempuan dipenuhi pemerintah dan perusahaan.
Dalam tuntutannya, para buruh perempuan ini menyuarakan 8 poin yang sampai saat ini masih tak mampu dipenuhi bahkan dilindungi negara. Terlebih bagi para buruh perempuan, yakni:
1. Stop diskriminasi upah terhadap buruh perempuan
2. Cuti haid
3. Cuti melahirkan
4. Hak menyusui
5. Jaminan kesehatan reproduksi
6. Stop pelecehan seksual
7. Stop PHK terhadap buruh perempuan
8. Stop kontrak dan outsourcing.
"Sampai saat ini masih ada diskriminasi upah terhadap kaum perempuan, belum adanya cuti haid dan cuti melahirkan yang layak bagi buruh perempuan," ujar Komandan Jack.
Dalam berbagai poster dan kecaman, mereka meminta agar pemerintah mengeluarkan regulasi yang berprespektif gender. Sehingga hak-hak perempuan terpenuhi, seperti hak untuk menyusui, hak untuk tidak dilecehkan, hak untuk mendapatkan jaminan kesehatan reproduksi tak lagi dilanggar oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Sengkarut penindasan buruh oleh sistem dan regulasi pemerintah membuat mereka menjadi rakyat kelas sekian. Para buruh itu menilai, dengan sistem kerja kontrak dan outsourcing mereka hanya menjadi kuda beban.
Banyak kasus saat buruh perempuan melahirkan, menyusui, dan keguguran mereka diberhentikan dari pekerjaannya.
"Tak akan ada pembebasan 
kaum perempuan jika tak melawan sistem ekonomi yang menindas ini. Hanya ada satu kata, Lawan!" ujar Komandan Jack disambut nyanyian Internasionale para buruh.
Meski satu tuntutan, para buruh ini terbagi dalam 3 gelombang massa dengan titik simpul massa yang berbeda.
            Dari artikel tersebut terlihat dimana organisasi perempuan berusaha menyuarakan hak-hak perempuan yang dinilai relative kurang dihargai. Sebagai organisasi yang berusaha membantu, komunikasi yang baik kepada pihak terkait sangat diperlukan. Untuk menyuarakan ketimpangan hak pekerja perempuan dapat dilakukan tanpa harus turun kejalan yang dapat menghambat serta mengganggu lalu lintas namun aksi tersebut tetap dilakukan agar pemerintah melihat atau menanggapi keluhan mereka.
            Diskriminasi terhadap perempuan seharusnya sudah tidak lagi terjadi, perempuan pada sektor kerja umumnya terlibat pada kegiatan produktifitas yang rendah seperti dipabrik dan pekerjaan domestik dan mendapatkan upah yang tidak sama dengan laki-laki.
         Perusahaan juga seringkali menerapkan peraturan yang melarang wanita yang sudah melahirkan untuk kembali bekerja sedangkan presentase perempuan di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki, hal ini menunjukan akan banyak perempuan yang memerlukan lapangan pekerjaan.
         Pekerja perempuan juga kerap menjadi objek pelecehan, seperti yang sering terjadi pada pekerja perempuan diluar negeri, miris sekali jika pemerintah masih belum dapat melindungi hak dan keamanan perempuan dalam dunia kerja, perlunya undang-undang yang tegas mengatur hak dan kewajiban perusahaan untuk memberikan kapasitas kerja yang sama dengan laki-laki tanpa adanya kesenjangan upah serta keamanan perempuan dilingkungan kerja.
         Organisasi yang melindungi perempuan baik yang bekerja didalam negeri maupun diluar negeri memerlukan sumber daya manusia yang aktif serta berani tampil mewakili organisasi dan membela kepentingan buruh perempuan. Organisasi juga memerlukan sumber daya yang loyal dan dapat bekerjasama untuk kepentingan bersama.



Sumber :


Thursday, October 29, 2015

Konflik Antar Etnis

Menurut Coser ( 1956 ) konflik adalah perilaku dan kondisi seseorang yang tengah dilakukannya dan juga perbedaan focus dan pemahaman manusia. Menurut Krisberg ( 1982 ) konflik adalah berbedanya tujuan masing-masing manusia ( individu ), kelompok dan etnis, dalam suatu bangsa dan negara. Konflik didefinisikan sebagai interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain saling bergantung namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan dimana setidaknya salah satu dari pihak tersebut menyadari perbedaan dan melakukan tindakan untuk mengatasi perbedaan.
Misalnya saja konflik antar etnis yang terjadi di Timika, Papua antara suku Dani dan pendatang yang terjadi pada 11 Agustus 2014, mengakibatkan 7 korban meninggal dan 13 korban luka-luka. Konflik ini berawal dari kematian kepala suku Dani yang jasadnya ditemukan oleh warga. Kejadian ini membuat situasi kota Timika mencekam. Konflik antara suku Dani dan pendatang membuat kedua kelompok tersebut mudah terprovokasi sehingga pengamanan terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menengahi konflik ini.
Dari kasus tersebut, perbedaan budaya antara suku Dani dan pendatang membuat gesekan tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Perlunya toleransi yang tinggi dalam berkomunikasi sehingga dapat mencegah perbedaan persepsi diantara kedua kelompok tersebut.
Berkenaan dengan komunikasi antarbudaya , Griffin (2003) menyadur Teori Uncertainty Management ; Face Negotiation ; dan Speech Codes.
1.      Teori Uncertainty Management ( Teori Pengelolaan Kecemasan/ Ketidakpastian )
Gudykunst bahwa kecemasan dan ketidakpastiaan adalah penyebab kegagalan komunikasi pada situasi antar kelompok.
Pada kasus masyarakat Timika, penduduk asli Timika, Papua merasa cemas dengan adanya pendatang dikota mereka. Pendatang dianggap menjadi saingan dalam kehidupan keseharian. Ketidakpastian dalam hal perekonomian menuntut penduduk asli berusaha keras untuk unggul dalam mata pencaharian.
Selain itu pola tempat tinggal yang berkelompok menjadikan persepsi yang terbentuk pun mengikuti persepsi kolompok dominan. Hal ini menjadi jurang pemisah dalam kehidupan sehari-hari. Jarangnya interaksi dengan orang asing menyebabkan tingkat kecemasan dan sifat tertutup membuat masyarakat asli Timika, Papua sulit untuk menerima pendatang.



2.      Face Negotiation Theory
Teori yang dipublikasikan Stella Ting-Toomey ini membantu menjelaskan perbedaan-perbedaan budaya dalam merespon konflik. Pada teori ini konflik dikelola guna mencari titik tengah dari permasalahan. Pihak kepolisian sebagai penegah masalah memfasilitasi antar kedua kelompok untuk menahan diri serta bermusyawarah guna mengakhiri konflik yang ada karena hanya akan menambah jatuhnya korban. Perlunya mengadakan diskusi secara berkala antar kedua kelompok tersebut untuk membahas isu-isu yang dapat memprovokasi kedua kelompok.
Pendatang sebagai penduduk baru dalam kota Timika, diharapkan dapat memahami dan mengikuti budaya yang telah ada.
Dalam setiap perbedaan menuntut toleransi yang tinggi sehingga antara kaum Dani dan pendatang dapat hidup berdampingan.

3.      Speech Codes Theory
Teori ini dipublikasikan oleh Gery Philipsen, teori ini menjawab tentang keberadaan Speech Code dalam suatu budaya.
Disetiap budaya umumnya memiliki bahasa verbal dan non verbal tersendiri. Timika Papua sendiri memiliki banyak suku yang masih tetap menjunjung tinggi budaya adat leluhur. Sebagai penduduk pendatang memahami adat istiadat penduduk Timika dapat mengurangi gesekan yang dapat menimbulkan konflik.

            Beragamnya kebudayaan yang disertai adat istiadat yang berbeda dari setiap suku, memicu timbulnya konflik, oleh sebab itu memahami komunikasi antarbudaya sangat penting agar dimana pun individu bisa beradaptasi dengan baik dilingkungan yang memiliki budaya yang berbeda. Individu diharapkan menghindari stereotype dan prejudis karena akan menghalangi adanya komunikasi antara kelompok masyarakat yang memiliki perbedaan.
            Samovar dan Porter memberikan saran untuk mengintropeksi diri kita, apakah betul-betul menganggap bahwa pandangan kita terhadap kelompok lain sudah benar atau tidak, dan menghindari adanya rumor atau penghinaan terhadap kelompok lain.


Sumber :
Modul SKOM 4318 Komunikasi Antarbudaya
http://adiprakosa.blogspot.co.id/2007/12/teori-komunikasi-antarbudaya.html

Aprehensi Komunikasi

Aprehensi komunikasi adalah kekhawatiran pada saat berkomunikasi merupakan kondisi kognitif seseorang yang karena perasaan khawatir yang berlebihan dan ketakutannya menyebabkan tidak memiliki pikiran apapun dalam benaknya dan juga tidak memahami sebab akibat social.
Komunikator dalam menyampaikan pesan dapat mengalami gangguan kognitif sehingga sulit menyampaikan pesan dan berakibat pesan tidak dipahami oleh komunikan. Hal ini dapat disebabkan oleh :
1.      Aktifitas berlebihan.
Contohnya saat saya pertama kali harus melakukan presentasi kerja jantung berebar kencang dan tangan saya pun berkeringat.
2.      Pemprosesan kognitif yang tidak tepat.
Seringkali pada saat akan menyampaikan hasil kerja kepada pimpinan timbul perasaan gugup, dan takut salah,  padahal materi sudah dikuasai namun pada saat menyampaikan pesan timbul perasaan khawatir yang berlebihan
3.      Ketrampilan komunikasi yang tidak tepat.
Ada pepatah yang mengatakan bisa karena terbiasa, begitu juga dengan berkomunikasi apabila kita terbiasa maka menjadi komunikator bukanlah hal yang sulit dan menakutkan. Perlunya keterampilan berkomunikasi dapat menambah rasa percaya diri.

Aprehensi komunikasi seringkali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan saat kita sering melakukan presentasi pun masih sering mengalami aprehensi komunikasi. Perasaan khawatir yang berlebihan akan memicu adrenalin dalam tubuh sehingga tubuh merespon dengan cepat yang mengakibatkan jantung berdebar, tangan berkeringat dll.

Dengan mempelajari ilmu komunikasi tentunya memiliki keuntungan untuk dapat berkomunikasi dengan tepat. Sebagai seorang komunikator rasa percaya diri yang tingggi serta memahami materi yang akan disampaikan dapat memperkecil kemungkinan terjadinya aprehensi komunikasi.